Diiringi Suara Monitor Rumah Sakit, Andrie Yunus Tegaskan akan Terus Berjuang: Teror Itu dari Orang-Orang Pengecut!

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus memberikan pesan dari dalam ruang perawatan rumah sakit, usai aksi penyiraman air keras terhadap dirinya.

Di dalam pesan yang diunggah akun Instagram KontraS itu, Andrie Yunus mengucapkan terima kasih kepada semua dukungan yang datang.

Ia juga menyebut bahwa aksi penyiraman air keras yang ia alami hingga membuatnya terluka parah adalah perbuatan pengecut.

"Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut," kata Andrie, dikutip Jumat (3/4/2026).

Di dalam rekaman suara yang direkam pada 1 April 2026 itu, sang aktivis menegaskan bahwa dirinya tidak akan menyerah meski mendapat teror.

Samar-samar, terdengar pula suara mesin monitor yang menandakan ia masih merekamnya saat berada di ruangan rumah sakit tempatnya dirawat.

"Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar dengan segala dukungan penuh dari teman-teman sekalian. A luta continua, panjang umur perjuangan!," serunya di akhir video.

KontraS menuliskan bahwa sang aktivis saat ini masih dalam perawatan di ruang HCU. Pihak pasien, keluarga, kuasa hukum, dan rumah sakit melarang siapa pun untuk menjenguk demi pelayanan kesehatan yang dilakukan.

Diketahui, akibat serangan penyiraman air keras yang dialaminya, aktivis hak asasi manusia (HAM) tersebut harus menderita luka bakar 24 persen di tubuhnya.

Bagian matanya pun mengalami kerusakan parah dan terancam mengalami buta permanen.

Foto dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus ditampilkan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Ilham Kausar

Adapun empat pelaku penyerangan tersebut adalah anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam. Andrie Yunus baru saja pulang dari Kantor YLBHI. Ternyata sepanjang perjalanan ia diikuti oleh empat pelaku.

Setelah mengikuti aktivis itu, dua eksekutor pun beraksi ketika sang aktivis berada di kawasan Salemba. Air keras disiramkan ke arah kepala dan badannya. (iwh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekspor Bumbu dan Makanan Siap Saji Haji 2026 Dibuka, UMKM Indonesia Tembus Rantai Pasok Global
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Menhan AS Pecat Kepala Staf Angkatan Darat & 2 Jenderal di Tengah Perang Timteng
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah dorong pembentukan dinas ekonomi kreatif di daerah
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Jalan Salib Kreatif di Katedral Jakarta: Dalam Ketakutan Kerap Kali Menyangkal Tuhan Yesus
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Minibus di Bogor Tertabrak Kereta, Diduga Sopir Tak Konsentrasi Saat Mengemudi | BERITA UTAMA
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.