Perayaan Jumat Agung menjadi momen penting dalam rangkaian Tri Hari Suci, yang merupakan puncak iman umat Katolik dalam memperingati sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Romo Paulus Jauhari Atmoko CM selebran di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya, menjelaskan bahwa Tri Hari Suci dimulai dari Misa Kamis Putih, dilanjutkan Jumat Agung, Sabtu Suci, dan mencapai puncaknya pada Malam Paskah hingga Minggu Paskah.
“Rangkaian ini sebenarnya sudah diawali sejak malam sebelumnya melalui ibadat vigili sebagai bentuk persiapan umat,” ujarnya pada Jumat (3/4/2026).
Secara khusus, ibadat Jumat Agung memiliki tiga bagian utama, yakni Liturgi Sabda, Penghormatan Salib, dan Komuni Kudus. Ketiga bagian ini menjadi inti permenungan umat atas pengorbanan Yesus bagi keselamatan manusia.
Menurut Romo Paulus, Tri Hari Suci bukan sekadar rangkaian liturgi, melainkan ajakan bagi umat untuk masuk dalam refleksi iman yang mendalam. “Dari peristiwa Paskah, yang perlu dipetik adalah sengsara dan wafat Tuhan. Kita belajar dari Tuhan yang rela menderita demi menghadirkan damai dan keselamatan bagi umat manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui perayaan ini umat diharapkan tidak hanya memahami makna pengorbanan Kristus, tetapi juga mampu menghidupi nilai kasih, pengorbanan, dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. (mar/saf/iss)




