Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi anak usaha Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel (MTEL), membukukan laba bersih Rp2,12 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut naik 5,04% year on year (YoY), sejalan dengan pendapatan perseroan yang naik.
Mengutip laporan keuangan diaudit 2025, Mitratel membukukan total pendapatan sebesar Rp9,53 triliun. Kinerja top line MTEL meningkat 2,43% dibandingkan dengan pendapatan periode 12 bulan 2024 sebesar Rp9,31 triliun.
Bila dibedah, 92,6% pendapatan MTEL berasal dari segmen sewa menara telekomunikasi dengan nilai Rp8,83 triliun. Nilai ini naik 2,35% dibandingkan dengan capaian 2024 sebesar Rp8,63 triliun.
Sisanya, pendapatan jasa konstruksi naik 4,98% YoY menjadi Rp671,17 miliar, serta pendapatan jasa dan sewa listrik menyusut 21,75% YoY menjadi Rp29,99 miliar.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan MTEL naik 4,91% YoY dari Rp4,51 triliun menjadi Rp4,73 triliun.
Dengan menghitung selisih pendapatan dan beban pokok pendapatan, MTEL sepanjang 2025 meraup laba bruto Rp4,81 triliun. Laba bruto ini meningkat 0,11% YoY dari Rp4,80 triliun pada 2024.
Baca Juga
- Mitratel dan AALTO Perpanjang Kerja Sama Pengembangan Stratospace hingga 2027
- Mitratel (MTEL) Fokus pada Pengelolaan Infrastruktur yang Lebih Efisien
- Mitratel Operasikan 40.102 Menara Kuartal III/2025, Terbanyak di Pulau Jawa
Lebih lanjut, laba tahun berjalan atau laba bersih perseroan mencapai Rp2,12 triliun, atau lebih tinggi 5,04% YoY dari Rp2,02 triliun pada 2024.
Menilik neraca keuangan MTEL, perseroan mencatat total aset sebesar Rp58,35 triliun atau naik 0,36% YoY. Aset tersebut terdiri dari liabilitas sebesar Rp24,99 triliun dan total ekuitas sebesar Rp33,35 triliun. Keduanya masing-masing naik 0,99% YoY dan turun 0,11% YoY.
Sementara dari segi postur utang, liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka panjang Rp17,49 triliun dan liabilitas jangka pendek Rp7,50 triliun. Keduanya masing-masing naik 40,36% YoY dan turun 38,95% YoY.





