Tangerang: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) melepas sebanyak 200 lebih pekerja migran Indonesia (PMI) diberangkatkan ke Jepang. Mereka diperkerjakan di bidang manufaktur hingga industri.
"Tahap pertama ini kita akan memberangkatkan sekitar 200-an lebih. Malam ini dimulai dari 50-an untuk berangkat ke Jepang dengan kontrak lima tahun. Mereka akan bekerja di bidang manufaktur, ada yang industri, ada yang permesinan, dan lainnya," ujar Cak Imin di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, 3 April 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (metrotvnews.com/Hendrik S)
Cak Imin menuturkan ratusan PMI yang dipekerjakan ke Jepang, semuanya merupakan lulusan SMK dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka diberangkatkan dengan skema Government to Government (G to G) dan lainnya.
"Jadi skemanya ada yang G to G, ada yang skema spesifik skill worker, artinya skemanya campuran. Mereka kita harapkan bukan saja bekerja, tetapi juga meningkatkan kapasitas. Belajar untuk terus memiliki kualitas dengan standar global," jelas Cak Imin.
Dia menjelaskan, ratusan PMI merupakan para lulusan SMK melalui program SMK Go Global. Cak Imin berharap, mereka harus bekerja secara profesionalitas, integritas, komitmen, dan tetap menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di Jepang.
"Tujuannya adalah peluang yang sangat bagus bekerja di luar negeri, dan suasana kebutuhan negara-negara maju akan tenaga kerja yang produktif. Dan kita hari ini mendapatkan keberkahan banyak tenaga produktif yang luar biasa," jelas Cak Imin.
Baca Juga :
?
"Lalu yang kedua, tentu selain yang kita support melalui BUMN, CSR, kita juga akan dorong melalui APBN. Kita juga bantu terus, dan saya juga berterima kasih kepada pihak-pihak swasta lainnya yang juga men-support anak-anak muda kita. Inilah program gotong royong, yang melibatkan semua pihak untuk semua," ungkap Cak Imin.




