Singgung Naturalisasi Indonesia, Pakar Hukum Olahraga Belanda Damprat Agen Pemain yang Cuma Peduli Uang Saat Kasus Paspor Dean James Mencuat

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Dean James, bek naturalisasi andalan Timnas Indonesia, tak disangka menjadi titik awal dari sebuah skandal besar yang kini mengguncang fondasi sepak bola profesional Belanda hingga ke akar-akarnya. Kasus yang bermula dari protes keras NAC Breda atas kelayakan bermain pemain internasional Indonesia tersebut saat membela Go Ahead Eagles kini telah berkembang menjadi krisis multidimensi yang menyeret puluhan nama pemain sekaligus mempertanyakan standar profesionalisme liga.

Badai skandal paspor ini ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan publik pada awalnya. Tercatat sedikitnya 25 nama pemain kini ditahan datanya oleh Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND), sebuah angka yang mencerminkan betapa masifnya dampak dari persoalan kewarganegaraan yang selama ini luput dari perhatian klub maupun federasi.

Di tengah kekacauan yang terus meluas ini, Profesor hukum olahraga Marjan Olfers, pakar Hukum dan Olahraga dari Vrije Universiteit Amsterdam, menjadi salah satu figur yang paling banyak dihubungi oleh para pemain yang kebingungan menghadapi situasi ini. Ia mengungkapkan keprihatinannya sekaligus menyoroti kegagalan sistemik yang seharusnya tidak boleh terjadi di liga sekaliber Eredivisie.

"Saya sering menerima telepon dari para pemain yang khawatir dan benar-benar tidak tahu situasi sebenarnya," kata Olfers dikutip dari media Belanda, Voetbal Primeur, Jumat (3/4/2026).

"Para pemain menghubungi saya karena mereka belum diberi tahu tentang potensi konsekuensi yang mungkin akan mereka hadapi," lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi tamparan keras bagi ekosistem sepak bola profesional Belanda yang selama ini diklaim memiliki manajemen kelas dunia. Olfers bahkan secara blak-blakan mempertanyakan bagaimana sebuah situasi seperti ini bisa terjadi tanpa ada satu pun pihak yang memberikan peringatan dini kepada para pemain yang terlibat.

"Lalu saya juga berpikir: bagaimana ini mungkin? Ini juga menunjukkan sesuatu tentang profesionalisme sepak bola," kata pengacara itu dengan tegas. 

"Sebagai klub, Anda menjalin hubungan kerja dengan pemain. KNVB tidak memiliki hubungan itu. Sebagai klub, Anda menurunkan pemain, jadi Anda menanggung risikonya," sambungnya,

Selain menyoroti kelalaian klub, Profesor Olfers juga melemparkan kritik pedas ke arah para agen pemain yang dianggap gagal menjalankan fungsi perlindungan terhadap klien mereka. Dalam konteks kasus Dean James dan pemain diaspora Indonesia lainnya, peran agen menjadi krusial karena merekalah yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi hukum yang komprehensif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewa United vs PSIM Yogyakarta: Banten Warriors Menang Tipis 1-0
• 41 detik lalumediaindonesia.com
thumb
Musda Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin jadi Ketua DPD Golkar Jabar
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Pemerintah Percepat Penerimaan MBG di Pesantren
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jumat Agung Rayakan Kemenangan Sejati Tidak Lahir dari Kekuatan Material
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Kecelakaan Maut di Tol Jombang, Sebelum Terguling Bus Sempat Oleng Saat Melaju Kencang
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.