Siasat GIPI Redam Dampak Gejolak Perang, Geser Pasar hingga Tebar Promo

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengungkapkan siasat untuk meminimalisasi dampak gejolak perang di Timur Tengah yang telah berdampak terhadap sektor pariwisata Indonesia, khususnya terkait tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang terganggu penutupan jalur udara di seputar kawasan tersebut.

Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani menyampaikan bahwa situasi perang tak hanya mempengaruhi sisi psikologis calon wisatawan menjadi urung melancong, tetapi juga memiliki dampak riil seperti kenaikan harga avtur, pembatasan armada penerbangan, hingga pengenaan fuel surcharge alias biaya tambahan bahan bakar untuk penumpang pesawat.

Sebagai strategi meredam dampak perang, dia menyebut pelaku usaha pariwisata bakal menggeser target pasar wisman ke luar kawasan Timur Tengah, maupun kawasan lain yang terdampak keterbatasan akses penerbangan di Negeri Padang Pasir.

“Bahwa kita akan menarik wisatawan itu dari Asean, plus Asia itu adalah China, India, Korea Selatan, dan Jepang, serta di luar itu ada Australia,” kata Hariyadi kepada Bisnis melalui sambungan telepon, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, langkah ini ditempuh seiring dengan situasi perang yang berdampak besar terhadap kedatangan wisatawan dengan karakteristik perjalanan panjang alias long haul, seperti Benua Eropa dan Amerika.

Dengan mengoptimalisasi kunjungan wisatawan mancanegara yang memiliki rentang tempuh lebih singkat (short haul), Hariyadi menyatakan masih ada harapan bagi keberlangsungan sektor pariwisata Tanah Air, meskipun belum dapat memproyeksikan hasilnya.

Baca Juga

  • Strategi Menjaga Resiliensi Pariwisata di Tengah Gejolak Global
  • Target Kemenpar Undang 17,6 Juta Wisman ke Indonesia Hadapi Tantangan
  • Gejolak Timur Tengah Berisiko Hapus 60.000 Kunjungan Wisman

Dia menyebut bahwa keyakinan serupa juga ditunjukkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar), sehingga upaya promosi akan dilakukan bersama seluruh sektor usaha di bawah naungan GIPI. 

Tak hanya dari sisi kunjungan wisman, Hariyadi menjelaskan bahwa upaya serupa juga dilakukan untuk mendorong perjalanan wisatawan nusantara di dalam negeri.

Berbagai promo harga khusus seperti paket bundel hotel dan destinasi wisata telah disiapkan, baik untuk kebutuhan konsumen ritel maupun korporasi dan bisnis. Hal ini dilakukan untuk menjaga aspek permintaan sembari berharap agar situasi segera membaik.

“Kami masih survival mode. Jadi sektor jasa ini memang sangat rentan, kami coba mengatur bagaimana caranya tetap terisi dalam kondisi seperti ini. Hanya memang karena kemungkinan demand-nya rendah, kami harus menyesuaikan,” tegas Hariyadi. 

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri menyampaikan bahwa pembatasan wilayah udara di Timur Tengah imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah memicu pembatalan ratusan penerbangan menuju Indonesia.

Menurutnya, kawasan Timur Tengah merupakan titik utama bagi wisatawan jarak jauh (long haul) dengan karakter belanja tinggi. Apabila kondisi ini berlangsung hingga akhir tahun, maka potensi kehilangan kunjungan wisman dapat menyentuh 1,44 juta hingga 1,68 juta. Adapun potensi kehilangan devisa diperkirakan berkisar Rp48,3 triliun hingga Rp56,5 triliun.

Namun demikian, Widiyanti menyebut bahwa Kemenpar tetap mempertahankan target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16 juta hingga 17,6 juta pada tahun ini, dengan strategi utama berupa mengalihkan fokus pasar secara bertahap.

“Arah strategi yang telah disiapkan meliputi penguatan pasar short haul dan medium haul yang lebih resilien dan memiliki potensi tinggi,” kata Widiyanti dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (1/4/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa M 5,2 Guncang Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
• 14 jam laludetik.com
thumb
Fenomena Sun Halo Muncul di Langit Pamekasan Mandura, Warga Ungkap Akan Masuk Musim Kemarau
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
DSSA Siapkan Investasi Rp 35 Triliun untuk Kembangkan Geothermal di RI
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Produksi Komponen EV saat Harga Minyak Memanas
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Lux in Nihilo, Jalan Salib di Gereja Katedral Jakarta Hadirkan Momen Refleksi Penuh Makna
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.