Antara Otak dan Jiwa, Nevzat Tarhan Bedah Rahasia Tasawuf sebagai Terapi Mental

medcom.id
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Masjid Istiqlal menjadi saksi pertemuan antara kecanggihan neurosains Turki dan kedalaman spiritualitas Islam Indonesia. Dalam gelaran Public Talk bertajuk "Between Brain and Soul: A Psychiatrist's Perspective on Tasawuf and Mental Health”, Rektor Üsküdar University sekaligus psikiater kenamaan dunia, Prof. Dr. Nevzat Tarhan, membedah rahasia ketenangan jiwa melalui kacamata psikiatri modern dan tradisi Tasawuf.
 
Nevzat menekankan bahwa kesehatan jiwa sangat dipengaruhi oleh kualitas keimanan. Ia membedakan dua jenis iman dalam konteks ketahanan mental. 
 
Pertama, Iman Tahqiqi atau Haqiqi, yaitu iman yang didasarkan pada riset, pencarian kebenaran, dan pemahaman mendalam inilah perisai utama manusia modern dalam menghadapi tekanan hidup. Kedua, Iman Taqlidi, yakni iman yang sekadar ikut-ikutan atau bersifat keturunan, yang dinilai kurang kuat dalam memberikan ketenangan batin yang hakiki.

"Orang yang hatinya selalu 'terhubung' atau online dengan Allah, akan memiliki ketenangan luar biasa, seperti penumpang yang percaya penuh pada kapten pesawatnya," ujar Nevzat di VVIP Hall Masjid Istiqlal, Jumat, 3 April 2026.
 
Menanggapi fenomena gangguan mental yang kian meluas, Nevzat menegaskan bahwa depresi adalah penyakit biologis yang melibatkan ketidakseimbangan kimiawi di otak, seperti penurunan kadar serotonin dan dopamin. 
 
Ia menekankan protokol penanganan yang berimbang dengan cara kimia otak harus diperbaiki terlebih dahulu melalui pengobatan klinis agar kondisi biologis stabil. Baru kemudian penguatan spiritual melalui terapi psikologis berbasis keyakinan dapat bekerja secara efektif sebagai akselerator kesembuhan.
 
Bukan sekadar akademisi, Prof. Nevzat adalah tokoh revolusioner dalam dunia kedokteran jiwa global. Ia mendirikan Üsküdar University pada 2011 yang kini menjadi institusi pendidikan pertama di Turki yang mengkhususkan diri pada bidang kesehatan dan neuroscience. Di kancah internasional, ia menjabat sebagai Presiden Asosiasi Neuro-Psikiatri Turki-Amerika dan berkolaborasi erat dengan Asosiasi Psikiatri Amerika.
 
Karya monumentalnya, Rumi Therapy, telah terjual lebih dari satu juta kopi di seluruh dunia. Buku ini membuktikan bahwa ajaran Jalaluddin Rumi merupakan metode terapi yang valid secara klinis untuk mengatasi krisis mental modern.
 
Kunjungan ini juga membawa misi penguatan akademik antara kedua negara. Üsküdar University telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Paramadina, sementara melalui Edutolia Education, universitas tersebut membuka kantor perwakilan di Indonesia guna memfasilitasi riset bersama di bidang neurosains.
 
Acara yang diselenggarakan oleh Edutolia Education dan Üsküdar University ini didukung penuh oleh Metro TV dan Medcom.id sebagai media partner. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual melalui penguasaan sains, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang bersumber dari kejernihan spiritual. (Talitha Islamey)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jokowi Buka Suara soal Isu Puan hingga AHY Diduga Terlibat di Kasus Ijazah Palsu
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Ibadah Jumat Agung di GSJS Pakuwon Mall Ingatkan Umat soal Kasih Karunia Yesus
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Arema FC Terapkan Strategi Low Block untuk Imbangi Malut United
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Film Yohanna Tayang 9 April, Kisah Biarawati Hadapi Realita Kelam Sumba
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Macron Tolak Perangi Iran, Kapal Prancis Lolos Lintasi Selat Hormuz
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.