Bisnis.com, JAKARTA — Ketegangan geopolitik global yang memicu fluktuasi pasokan serta harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak pada sektor logistik. Kondisi tersebut mendorong sejumlah pelaku industri mempercepat peralihan ke kendaraan niaga berbasis listrik.
Langkah tersebut ditempuh PT Primarajuli Sukses (PRS), anak usaha PT Ever Shine Tex Tbk. (ESTI), yang mulai mengimplementasikan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk mendukung operasional distribusi. Implementasi ini difasilitasi oleh penyedia ekosistem kendaraan listrik komersial Kalista yang dinaungi Grup Indika Energy.
Direktur Ever Shine Group Michael Sung mengatakan perseroan merespons tantangan kelangkaan BBM dengan mengambil keputusan strategis untuk memulai adopsi EV sebagai armada operasional perusahaan.
Sebanyak enam truk listrik akan dimanfaatkan untuk distribusi produk di wilayah Jakarta dan Bandung kepada pelanggan akhir perseroan, di antaranya Uniqlo, Atalon, Shopee, Gojek, Grab, Torch, dan Eiger.
"Sebelumnya, kami sudah melakukan uji coba bersama Kalista untuk dua tipe truk yang digunakan, dengan hasil yang sangat positif, tercatat, kami bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 40%," ujar Michael dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Dalam implementasinya, Kalista juga mengintegrasikan seluruh armada dengan Fleet Management System (FMS) milik perseroan melalui K-Move Dashboard. Sistem ini memungkinkan pemantauan operasional secara real-time serta memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pola penggunaan kendaraan.
Baca Juga
- Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Produksi Komponen EV saat Harga Minyak Memanas
- Angin Segar Pasar Motor Listrik di Tengah Konflik Timur Tengah
- Harga Minyak Melonjak usai Trump Ultimatum Sekutu Cari Pasokan Sendiri
Direktur Pengembangan Bisnis Kalista, Yoga Adiwinarto menambahkan bahwa kerja sama dengan PRS mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan solusi mobilitas logistik yang efisien, konkret, dan berkelanjutan di tengah dinamika pasokan BBM.
"Selain lebih efisien secara energi, EV juga mampu menekan emisi serta biaya operasional secara keseluruhan. Hasil uji coba dalam kondisi operasional nyata menunjukkan adanya efisiensi biaya operasional hingga 27% per bulan," jelas Yoga.
Armada yang digunakan untuk operasional logistik PRS terdiri atas empat unit Foton E-Miller dengan kapasitas baterai 81,14 kWh dan daya angkut hingga 4 ton, serta dua unit Foton E-Aumark dengan kapasitas baterai 63,75 kWh dan kemampuan angkut hingga 2,5 ton.
Dengan komposisi tersebut, penghematan biaya energi diklaim mencapai 40% per bulan dan penurunan emisi sekitar 30%. Sementara itu, efisiensi biaya operasional secara keseluruhan tercatat hingga 27% per bulan.
Sebagaimana diketahui, meningkatnya tensi geopolitik turut memengaruhi jalur distribusi global. Konflik Iran dengan AS-Israel mendorong harga minyak Brent menembus di atas US$100 per barel, disertai pelemahan rupiah ke kisaran Rp17.000 per dolar AS.





