EtIndonesia. Serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran terus berlanjut. Pada 1 April, jembatan B1 di Iran yang sedang dibangun—disebut sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah—dihancurkan. Presiden Donald Trump membagikan video terkait di media sosial dan mendesak Iran untuk segera mencapai kesepakatan, jika tidak maka akan terlambat.
“Jembatan terbesar Iran runtuh dan tidak akan pernah bisa digunakan lagi—akan ada lebih banyak lagi yang menyusul!” tulis Trump dalam unggahannya. Ia juga menambahkan, “Sudah waktunya Iran mencapai kesepakatan. Jika tidak, semuanya akan terlambat, dan negara itu bisa lenyap, padahal seharusnya bisa menjadi negara besar!”
Pada Kamis (2 April) sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa serangan udara AS dan Israel mengenai sejumlah target, termasuk jembatan B1 setinggi 136 meter yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj—sebuah infrastruktur kunci dalam jaringan transportasi.
Rekaman menunjukkan bahwa setelah terkena rudal, sebagian jembatan B1 runtuh, dengan kerusakan besar pada strukturnya dan lalu lintas terputus sepenuhnya.
Video yang direkam warga setempat memperlihatkan ledakan disertai suara dentuman keras yang mengguncang.
Diketahui, jembatan ini merupakan proyek unggulan teknik di Iran dan dianggap sebagai salah satu proyek paling kompleks di dunia. Jembatan ini merupakan bagian inti dari koridor transportasi Teheran–Karaj dan semula direncanakan segera mulai beroperasi.
Selain itu, pihak Iran juga melaporkan bahwa sebuah institusi medis berusia lebih dari 100 tahun di Teheran—Pasteur Institute of Iran—juga mengalami kerusakan dalam serangkaian serangan, dengan salah satu bangunan di kompleks tersebut rusak parah. (Hui)
Sumber : NTDTV.com





