Virus Campak Menular Sebelum Gejala Muncul, PAPDI Tekankan Pentingnya Vaksin

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit campak. 

Penyakit berbasis infeksi virus tersebut memiliki tingkat penularan sangat tinggi dan berisiko menyebabkan komplikasi serius bagi penderitanya.

BACA JUGA: 413 Anak di Sampang Jawa Timur Positif Terserang Campak

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Adityo Susilo menjelaskan virus campak dapat menyebar secara masif melalui percikan liur (droplet) maupun udara (airborne). 

Karakteristik virus yang mampu melayang dan bertahan di udara dalam durasi tertentu meningkatkan risiko penyebaran, terutama di area dengan tingkat interaksi sosial padat.

BACA JUGA: Pemerintah Minta Masyarakat Tak Ragu Imunisasi Campak, Sebut Stok Masih Sangat Cukup

"Penularannya bisa melalui percikan liur, tapi juga bisa airborne. Artinya virus dapat bertahan di udara dan terhirup oleh orang lain," ujar Adityo dalam konferensi pers di Senen, Jakarta Pusat, baru-baru ini. 

Gejala awal campak pada tahap awal sering kali sulit dikenali, karena menyerupai infeksi saluran pernapasan biasa. 

BACA JUGA: Cegah Lonjakan Kasus Campak, Waka MPR Dorong Imunisasi Dasar Lengkap Jadi Prioritas

Tanda awal campak umumnya dikenali dengan 'tiga C, yang meliputi cough (batuk), coryza (pilek), dan conjunctivitis (mata merah), biasanya disertai kondisi demam tinggi.

Kesamaan gejala tersebut dengan flu biasa sering kali membuat masyarakat abai sebelum bintik-bintik merah muncul di kulit. 

Adityo menuturkan kecurigaan medis terhadap campak umumnya baru muncul setelah pasien menunjukkan ruam yang menjadi ciri khas dari penyakit ini.

"Kalau masih demam, batuk, pilek, itu bisa macam-macam. Kita baru curiga campak ketika muncul ruam yang khas,” kata Adityo menjelaskan.

Hal yang paling perlu diwaspadai dari penyakit tersebut yakni periode "jeda" atau window period. 

Penderita sebenarnya sudah mulai bisa menularkan virus kepada orang-orang di sekitar beberapa hari sebelum ruam kemerahan nampak, sehingga penyebaran sering terjadi tanpa disadari.

"Di situ ada window di mana pasien sudah sakit dan bisa menularkan, tetapi belum terdeteksi sebagai campak,” kata Adityo menambahkan.

Meski kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan oleh sebagian orang, campak berpotensi memicu komplikasi fatal.

Sejumlah risiko berat yang menghantui penderita meliputi diare berat, pneumonia (radang paru), radang otak (ensefalitis), bahkan dapat berujung pada kematian.

Sehubungan dengan itu, PAPDI menekankan pentingnya perlindungan melalui vaksinasi bagi kelompok dewasa. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi Klinik, dr. Sukamto Koesnoe, menyebutkan orang dewasa berperan besar sebagai pembawa penyakit (carrier) yang dapat membahayakan kelompok rentan di sekelilingnya.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI tersebut menegaskan imunisasi cara paling efektif untuk membentuk kekebalan populasi hingga 95 persen. 

"Kita sebagai orang dewasa sehat mungkin berpikiran buat apa vaksin campak, tetapi manfaatnya lebih dari itu," ujar Sukamto.

Pemberian vaksin campak dua dosis pada orang dewasa terbukti mampu menurunkan risiko rawat inap sebesar 71-83 persen.

Selain itu, mampu menekan potensi munculnya komplikasi medis yang berbahaya.

"Kta perlu mengingat kalau sebagai carrier atau pembawa penyakit, virus penyebab campak itu bisa menular ke bayi yang ada di rumah, ibu hamil atau lansia di sekitar kita yang daya tahan tubuhnya tidak seperti kita," imbuhnya. (mcr31/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UNIFIL Gelar Upacara Memorial untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon Selatan
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Dirut PLN Dorong ITPLN Jadi Kampus Transisi Energi Berdaya Saing Global
• 18 jam lalupantau.com
thumb
KDM Bongkar Bengkel Kumuh di Cirebon, Si Tukang Tambal Ban Justru Bahagia Tempat Usahanya Dirobohkan: Mau Pak
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
BGN Tegaskan Prinsip No Service, No Pay, Insentif Rp6 Juta Bisa Dihentikan
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
IRGC Akui Kembali Tembak Jatuh Pesawat F-35 Stealth, Senjata Murah Iran Pecundangi Teknologi Amerika
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.