Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mendorong percepatan kerja sama konkret Indonesia-Tiongkok melalui penguatan digitalisasi, akses pasar, serta integrasi UMKM dalam rantai pasok global pada kunjungan kerjanya ke Republik Rakyat Tiongkok.
Kunjungan ini mencakup partisipasi dalam Indonesia-China SME, Trade, and Investment Cooperation Forum 2026 yang diselenggarakan pada 1 April 2026 di Beijing, yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari kalangan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri serta lembaga keuangan dari kedua negara.
Forum ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci, antara lain Menteri UMKM RI sebagai keynote speaker, Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun, pimpinan organisasi bisnis ATTEC, dan CICPMC.
Sesi diskusi panel juga menghadirkan berbagai narasumber strategis, antara lain Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, Deputi Bidang Strategi dan Pengembangan Kebijakan LKPP Aris Supriyanto, Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, serta Atase Keuangan KJRI Hong Kong Ristola Nainggolan.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang dialog, tetapi juga menghasilkan sejumlah kesepahaman awal melalui penandatanganan kerja sama serta kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok di berbagai sektor prioritas.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri UMKM menegaskan transformasi UMKM Indonesia harus didorong melalui teknologi, digitalisasi, dan kemitraan strategis.
"Dengan lebih dari 60 juta UMKM, Indonesia memiliki potensi besar untuk terintegrasi dalam rantai nilai global, termasuk dengan Tiongkok sebagai mitra utama," kata dia.
Selain forum, Menteri UMKM bersama dr. Irene, M. Han, Wakil Duta Besar RI untuk RRT, juga melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) dan Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok (MOFCOM).
Dalam pertemuan dengan MIIT, Indonesia mendorong penguatan kerja sama dalam pengembangan kapasitas UMKM, termasuk pelatihan, pemagangan industri, serta transfer teknologi di bidang permesinan, robotik, dan kecerdasan buatan (AI). Menteri UMKM juga
memperkenalkan sistem digital terintegrasi “Sapa UMKM” yang akan menghubungkan lebih dari 60 juta UMKM di Indonesia, serta membuka peluang integrasi dengan ekosistem digital Tiongkok.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan MOFCOM, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperluas akses pasar UMKM Indonesia, termasuk melalui cross-border e-commerce. Nilai perdagangan bilateral kedua negara telah melampaui USD 167 miliar, mencerminkan potensi besar yang dapat terus dikembangkan.
Menteri UMKM juga menyoroti pentingnya penyelesaian kendala ekspor sarang burung walet, mengingat Indonesia merupakan pemasok utama bagi pasar Tiongkok.
Dalam business meeting yang diselenggarakan di KBRI Beijing, Menteri UMKM bertemu dengan berbagai pelaku usaha Tiongkok di sektor pertanian, energi, logistik, riset, dan teknologi digital. Sejumlah perusahaan menyampaikan minat konkret untuk memperkuat kerja sama, khususnya dalam pengembangan komoditas pangan seperti kacang hijau dan durian, penguatan infrastruktur logistik, serta pemanfaatan teknologi digital seperti sistem pembayaran terintegrasi dan blockchain.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Menteri UMKM juga melakukan pertemuan dengan diaspora Indonesia di Tiongkok yang terdiri dari pelaku usaha, profesional, dan mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut, Menteri UMKM mengajak diaspora untuk berperan aktif sebagai jembatan promosi produk UMKM Indonesia di pasar Tiongkok.
Sementara itu, Duta Besar RI sampaikan bahwa kerja sama bilateral juga dapat secara positif mendukung penguatan kapasitas UMKM Indonesia.
“Ke depan, kami berharap kerja sama Indonesia-Tiongkok tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga mendorong transfer teknologi, investasi berkualitas, serta penguatan kapasitas UMKM Indonesia agar lebih kompetitif di pasar global,” ujar Duta Besar RI Beijing.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan Tiongkok, khususnya dalam mendorong UMKM menjadi lebih kompetitif, berbasis teknologi, dan terhubung dalam rantai pasok global.




