Di antara ribuan wisudawan, sosok Ilham Hafizha Maulana Anam, S.Ked., lulusan prodi Kedokteran UMS, mencuri perhatian sebagai wisudawan kategori Aktivis dengan capaian akademik cumlaude, yang juga merupakan putra dari Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum.
Momen paling mengharukan terjadi ketika prosesi pemindahan samir dan penyerahan ijazah. Anam Sutopo menggendong putranya yang telah menyelesaikan studi, sekaligus menandai kebahagiaan dan rasa kebanggaan yang tak tergambarkan. Suasana haru itu menyelimuti keluarga dan seluruh hadirin yang menyaksikan prosesi tersebut.
Perjalanan Ilham terbilang unik. Ia mengaku tidak memiliki pengalaman organisasi saat duduk di bangku SMP hingga SMA. Namun, titik balik terjadi ketika ia memasuki dunia perkuliahan di UMS.
“Dulu saya tidak ikut organisasi sama sekali. Baru saat kuliah, saya mulai belajar dan ternyata justru diberi kepercayaan besar oleh teman-teman,” ungkapnya.
Kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Pada tahun 2023, Ilham terpilih sebagai Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran UMS. Tak hanya itu, ia juga aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ar-Razi FK UMS sebagai Ketua Bidang Media dan Komunikasi.
Kiprah organisasinya semakin luas ketika ia berkesempatan menghadiri Indonesian Medical Students’ Summit (IMSS) 2024 di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Forum nasional tersebut mempertemukan para pimpinan mahasiswa kedokteran dari seluruh Indonesia.
“Itu menjadi salah satu momen paling berkesan. Saya bisa bertemu dan berdiskusi dengan Gubernur BEM FK se-Indonesia, membuka wawasan baru tentang peran mahasiswa kedokteran,” tuturnya.
Di tengah padatnya aktivitas organisasi, Ilham tetap mampu menjaga prestasi akademiknya hingga lulus dengan predikat cumlaude. Ia menilai kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan mengenali metode belajar serta disiplin dalam manajemen waktu.
“Kalau sudah tahu cara belajar yang tepat, tinggal bagaimana mengatur waktu. Ada skala prioritas antara yang mendesak dan penting. Dari situ semuanya bisa berjalan beriringan,” jelasnya.
Baginya, menjadi mahasiswa tidak hanya soal capaian akademik, tetapi juga proses pembentukan karakter dan kepemimpinan. Hal ini pula yang ia rasakan selama menempuh pendidikan di UMS.
Rasa bangga juga disampaikan orang tuanya, Anam Sutopo. Ia mengaku terharu melihat perkembangan putranya, terutama dalam hal kepemimpinan yang menurutnya tumbuh signifikan selama kuliah.
“Saya melihat perubahan yang sangat besar. Dulu belum tampak jiwa kepemimpinannya, tapi di UMS justru berkembang pesat. Bahkan saya sampai terkejut ketika dia dipercaya menjadi Gubernur BEM,” ungkapnya.
Ke depan, Ilham berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis dengan minat pada bidang ortopedi. Ia juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam organisasi profesi kedokteran.
Menutup perjalanannya sebagai mahasiswa, Ilham menyampaikan harapan sederhana namun bermakna agar ilmu yang ia peroleh dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas.
“Semoga apa yang saya pelajari di UMS bisa bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama,” pungkasnya.
Selain Ilham, wisuda kali ini juga diikuti oleh putra dan putri dari sejumlah dosen dan pejabat yang mempercayakan pendidikan anaknya di UMS. Di antaranya adalah putra dan putri dari Direktur RS UMS, Direktur RS PKU Wonogiri, Rektor Universitas PKU Surakarta, dan Wakil Dekan III FIK UMS. Kehadiran mereka menegaskan kepercayaan para akademisi dan pemimpin institusi terhadap kualitas pendidikan di UMS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)





