Dolar AS Perkasa saat Kekhawatiran Perang Mencuat Lagi

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat tajam setelah sempat melemah dalam dua sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi usai pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang memicu kembali kekhawatiran pasar terhadap konflik dengan Iran.

Dalam pidatonya, Trump menegaskan akan meningkatkan serangan terhadap Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan tersebut sekaligus meredam harapan investor akan berakhirnya konflik dalam waktu dekat.

Baca Juga :
Harga Minyak Naik Lebih dari Rp100 Ribu Usai Trump Ancam Hantam Iran dalam Waktu Dekat
Kemenlu RI Sebut Hukuman Mati Bagi Rakyat Palestina oleh Israel Perkuat Apartheid

Situasi ini langsung mendorong pelaku pasar kembali memburu aset safe haven, termasuk dolar AS. Mata uang Negeri Paman Sam itu bahkan menguat terhadap mata uang safe haven lainnya seperti franc Swiss dan yen Jepang.

Melansir CNBC Internasional pada Jumat, 3 April 2026, dolar AS naik 0,6 persen ke level 0,799 terhadap franc Swiss. Sementara terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,5 persen ke posisi 159,57, mendekati level psikologis 160 yang kerap memicu kekhawatiran intervensi otoritas Jepang.

Ilustrasi dolar AS
Photo :
  • vstory

Iran merespons pernyataan tersebut dengan nada keras. Militer Iran memperingatkan AS dan Israel akan menghadapi serangan yang “lebih menghancurkan, lebih luas, dan lebih merusak”.

Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, menilai perubahan sentimen pasar terjadi karena harapan damai yang mulai memudar.

“Dalam beberapa hari terakhir ada optimisme bahwa perang akan segera berakhir, tetapi pidato Presiden Trump kemarin justru merusak harapan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pasar saat ini sangat sensitif terhadap prospek konflik.

“Jika Anda berpikir perang akan segera berakhir, Anda akan membeli aset berisiko. Jika tidak, Anda akan menjual risiko,” jelasnya.

Tekanan juga terlihat pada mata uang utama lainnya. Euro turun 0,45 persen ke level US$1,1536. Sedangkan poundsterling melemah 0,63 persen ke US$1,3222, menghapus sebagian penguatan sebelumnya.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik 0,46 persen ke posisi 100,02.

Analis Scotiabank yang dipimpin Shaun Osborne menyebut nada pidato Trump memperburuk kekhawatiran pasar. Menurutnya, reaksi pasar berlangsung cepat dan hampir sepenuhnya membalikkan penguatan mata uang negara maju (G10) sepanjang pekan ini.

“Nada pidato Presiden Trump tampaknya menambah kekhawatiran pasar, karena ia berbicara tentang peningkatan serangan dalam dua hingga tiga minggu ke depan dan mengancam kemungkinan menyerang fasilitas listrik Iran jika kesepakatan tidak tercapai,” tulis mereka.

Baca Juga :
Rupiah Melemah usai Pengumuman Surplus Neraca Dagang RI Februari 2026
IHSG Tancap Gas di Awal April, Sinyal Damai AS-Iran Bikin Pasar Bergairah!
Rupiah Menguat di Tengah Proyeksi Ekonomi RI Kuartal I Tumbuh 5,2 Persen

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dolar AS Perkasa saat Kekhawatiran Perang Mencuat Lagi
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Apindo Puji Pemerintah Menahan Harga BBM demi Jaga Daya Beli
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
AirPods Max 2 Mulai Dikirim Tepat Waktu, Stok Tersedia Luas di Berbagai Negara
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
120 Anak Panti Asuhan Warnai Ibadah Jumat Agung di Bethany Nginden Surabaya
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Banjir Grobogan Rendam 16 Desa, 3.176 Keluarga Terdampak
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.