Lora Shofwan Melihat Ada yang Tak Beres dengan Susunan Panitia Inti Muktamar NU

jpnn.com
16 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - BANGKALAN - Pengasuh Pondok Pesantren Sembilangan Bangkalan KH Muhammad Shofwan Taj atau Lora Shofwan menyoroti beredarnya susunan kepanitiaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Menurutnya ada yang tidak beres dengan struktur awal tersebut.

BACA JUGA: Bahtsul Masail Dorong Percepatan Muktamar NU

"Nahdiyin ikut mencermati persiapan Muktamar ke-35 NU, sekaligus Konbes dan Munas Alim Ulama. Respons awal justru dipenuhi kecurigaan. Bukan sekadar anomali biasa, melainkan sinyal kuat adanya pergeseran arah sekaligus potensi gejolak," ujarnya, Jumat (3/4).

"Mulai tampak kecurigaan. Ketua SC adalah Katib Aam (KH Said Asrori), sedangkan Sekretaris SC adalah Rais PBNU (Prof. M. Nuh). Pertanyaannya, mengapa bukan Wakil Rais Aam? Demikian pula pada OC, ketua dijabat oleh Sekretaris Jenderal (Gus Ipul), sementara posisi sekretaris justru dipegang oleh Wakil Ketua Umum, H. Amin Said Husni."

BACA JUGA: Begini Kata Kiai Maruf Amin soal Muktamar NU Bersama

"Komposisi kepanitiaan inti ini tampak tidak mengikuti standar lazim, dan penempatan figur berdasarkan jabatannya pun terasa janggal serta tidak proporsional," imbuhnya.

Pengelola Pustaka Maktabah Fiha Qutubun Qoyyimah itu menilai penyelenggara tidak semata-mata soal kerja teknis administratif, tetapi menyangkut tradisi keilmuan (kualifikasi), adab (ta’dhim, etika, dan moralitas), serta keseimbangan yang selama ini dijaga dengan penuh kehati-hatian.

BACA JUGA: Gus Yahya Tak Masalah Jika Muktamar NU Digelar Besok Pagi

"Ini bukan lagi soal boleh atau tidak, halal atau haram, melainkan tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi dan arah apa yang ingin dicapai dari komposisi panitia yang terkesan anomali tersebut. Kualifikasi dan etika yang berakar pada muruah pesantren kini dipertaruhkan dalam forum tertinggi jam’iyyah yang justru berbasis pesantren itu sendiri," ujar Lora Shofwan.

Dia menjelaskan, empat figur dalam panitia inti tersebut sebelumnya pernah berhadap-hadapan sebagai rival dalam konflik PBNU.

KH Said Asrori dan M. Nuh pernah berada pada posisi yang sama sebagai Katib Aam dari dua kubu berbeda.

Gus Ipul dan Amin Said Husni yang pernah berhadap-hadapan dalam posisi Sekretaris Jenderal PBNU.

"Hal ini memberi kesan bahwa panitia muktamar berada di bawah kendali figur-figur yang pernah berkompetisi dalam posisi strategis yang sama. Secara psikologis organisasi, kondisi ini tentu membuka potensi kompleksitas yang tidak sederhana," katanya.

"Kecurigaan makin menguat pada sosok Saefullah Yusuf sebagai ketua panitia. Ia merupakan salah satu sentrum dalam konflik PBNU sebelumnya. Di saat yang sama, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU yang seharusnya fokus menyelesaikan berbagai persoalan internal, seperti SK PW-PCNU yang terbengkalai serta tata kelola kesekretariatan yang belum tertata rapi."

"Selain itu, posisinya sebagai Menteri RI membuka ruang asumsi adanya potensi jembatan kepentingan kekuasaan yang dapat masuk ke dalam tubuh NU," imbuh Shofwan.

Dia berharap NU makin berhati-hati. "Sesungguhnya NU adalah organisasi yang berjalan lurus dan meluruskan, damai dan mendamaikan, serta berperan memperbaiki dan menyantuni. NU terasa manis di lidah orang-orang baik, tetapi terasa pahit bagi mereka yang dipenuhi kebencian," ujarnya. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 HP Android dengan Fitur Live Photo Terbaik 2026
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kadisdikbud Resmi Buka Perkemahan Satu Hari Pramuka Prasiaga TK Pembina Jeneponto
• 4 jam laluterkini.id
thumb
Berbagi Kebahagiaan, FWP Polda Metro Jaya Ajak Anak Yatim Rekreasi
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
MBG: program gizi sekaligus mesin ekonomi
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Inovasi Digital Dispar Natuna Hadirkan E-Book Multibahasa untuk Gaet Wisatawan Mancanegara
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.