PROGRAM bantuan sosial berupa bedah rumah kembali digelar oleh PT Taspen (Persero) bersama Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap). Kali ini bedah rumah dilakukan di Desa Pagal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (1/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Operasional Taspen, Tribuna Phitera Djaja, serta Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia, Thomas Harming Suwarta, bersama sejumlah perwakilan lainnya.
Total dana yang dikucurkan mencapai Rp130 juta dengan target penyelesaian pembangunan dalam waktu dua bulan.
Baca juga : Dukung Hunian Layak, Perumda Dharma Jaya Terlibat dalam Bedah 26 Rumah
Corporate Secretary Taspen, Henra, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan rumah secara fisik, tetapi juga bertujuan menciptakan dampak sosial jangka panjang bagi penerima manfaat. "Hunian yang layak diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," kata Henra.
Salah satu penerima bantuan, Rofina Yultin Rayun, menyampaikan rasa syukur atas program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa rumah yang sebelumnya kurang layak kini menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati.
Sejak diluncurkan pada 2025, program Bedah Rumah Gratis telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali di berbagai daerah, antara lain Bone, Ende, Kupang, Lubuk Linggau, dan Pekalongan.
Baca juga : Ibas Pastikan Program Bedah Rumah di Desa Carat Ponorogo Tepat Sasaran
Kegiatan di Manggarai ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Taspen yang dijalankan bersama Bank Mandiri Taspen.
Program tersebut juga sejalan dengan visi pemerintah, khususnya Asta Cita, arahan Presiden Prabowo Subianto, dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, aman, dan sehat.
Ke depan, kolaborasi antara Taspen, Bank Mandiri Taspen, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (E-2)





