Perang Timur Tengah Bayangi Kenaikan Penjualan Ritel AS, Inflasi Diprediksi Melonjak Tajam

pantau.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Penjualan ritel Amerika Serikat pada Februari 2026 tercatat naik sebesar 0,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya, namun kenaikan tersebut diperkirakan tidak berlanjut seiring dampak perang dengan Iran yang telah memasuki pekan kelima.

Dampak Perang Tekan Prospek Ekonomi

Kenaikan penjualan ritel dilaporkan oleh Biro Sensus AS di bawah Departemen Perdagangan sebagai sinyal awal pertumbuhan konsumsi.

Para pakar memperingatkan bahwa tren tersebut berpotensi berbalik pada bulan berikutnya akibat tekanan inflasi dan gangguan pasokan global.

Seorang ekonom mengungkapkan, "Saya tidak melihat adanya cara untuk menghindari inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan penjualan yang lebih lambat. Satu-satunya pertanyaan adalah seberapa besar."

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menyebabkan gangguan serius pada arus pelayaran di Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Gangguan ini memicu lonjakan harga minyak global yang berdampak langsung pada biaya energi dan distribusi.

Ekonom Gary Hufbauer memperkirakan harga minyak akan bertahan di kisaran 100 dolar AS per barel hampir sepanjang tahun.

Inflasi di Amerika Serikat diprediksi mendekati atau bahkan melampaui 4 persen akibat tekanan dari konflik tersebut.

Ketidakpastian Konflik dan Dampak Global

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang akan segera berakhir dan menyebut adanya pembicaraan antara pihak-pihak terkait.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh Teheran yang menyatakan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung.

Trump juga sempat mengusulkan penarikan diri dari konflik tanpa menyelesaikan gangguan di Selat Hormuz.

Para pakar menilai langkah tersebut tidak akan efektif dalam menurunkan harga energi global.

Seorang analis menyatakan, "Saya rasa tidak ada yang berpikir harga minyak akan kembali ke tingkat praperang, bahkan jika selat itu dibuka kembali besok."

Gangguan distribusi juga berpotensi memicu kekurangan pasokan global lain, termasuk pupuk untuk sektor pertanian.

Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara global dan memperburuk tekanan harga pangan.

Harga rata-rata bensin nasional di Amerika Serikat telah naik di atas 4 dolar AS per galon untuk pertama kalinya sejak 2022.

Seiring berlanjutnya perang, masyarakat mulai menunjukkan reaksi negatif terhadap kondisi ekonomi.

Hasil jajak pendapat CNN menunjukkan sekitar dua pertiga warga Amerika Serikat menilai kebijakan Donald Trump memperburuk kondisi ekonomi negara tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sahroni Desak Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Lomba Tahfidz Segera Ditangkap
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bupati Luwu Utara Andi Rahim Perpanjangan Kontrak PPPK Tenaga Pendidik
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Mobil Terbalik di Jalan Transyogi Cibubur, Sopir Diduga Alami Microsleep
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Akibat Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol: 4 Rumah Rata dengan Tanah, Ratusan Terendam
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek KM 47 hingga 66 Dihentikan Jumat Siang 3 April 2026
• 22 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.