Dokter Sebut Israel Ingin Jadikan Lebanon Selatan Tak Layak Huni, Sistem Kesehatan Terancam Lumpuh

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Seorang anak bermain bola sepak di dekat jemuran matras di Dahiyeh, selatan Beirut, Lebanon, 27 Maret 2026. (Sumber: Emilio Morenatti/Associated Press)

BEIRUT, KOMPAS.TV - Serangan Israel ke wilayah selatan Lebanon dilaporkan membuat sistem kesehatan setempat kewalahan dan terancam lumpuh. Kalangan pakar dan analis menilai bahwa serangan berulang Israel, termasuk ke fasilitas dan tenaga medis, menjadi upaya untuk mengusir penduduk dari Lebanon Selatan.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan, sejak Israel mengintensifkan serangan pada awal Maret, lima rumah sakit terpaksa ditutup. Israel total membunuh 53 petugas medis dan menghancurkan 87 ambulans atau fasilitas medis di Lebanon sejak awal Maret 2026.

Koordinator lembaga Dokter Lintas Batas (MSF) di Lebanon, Luna Hammad, mengaku pihaknya telah mendokumentasikan pola serangan Israel ke layanan kesehatan. Menurutnya, gelombang serangan yang dipadukan perintah evakuasi telah membatasi fungsi layanan kesehatan di Lebanon Selatan.

"Serangan Israel dan perintah evakuasi menyeluruh memutus akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus menyusutkan ruang untuk layanan kesehatan," kata Luna Hammad dikutip Al Jazeera, Jumat (3/4).

Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Sebut Investigasi Bakal Makan Waktu

Sistem kesehatan di Lebanon sendiri dilaporkan dalam kondisi buruk sebelum Israel mengintensifkan serangan pada awal Maret. Krisis finansial pada 2019 dan konflik Israel-Hizbullah pada 2023-2024 membuat sistem kesehatan di negara tersebut memburuk.

Dokter di Lebanon pun menyatakan serangan Israel yang menargetkan infrastruktur kesehatan turut mendorong pengungsian massal. Seorang dokter di Beirut menduga serangan ke fasilitas Israel menjadi bagian dari skema Tel Aviv menjadikan Lebanon Selatan tidak layak huni.

"Anda tidak bisa hidup di suatu tempat yang tidak memiliki layanan kesehatan dasar," kata dokter yang berbicara dalam kondisi anonim atas alasan keamanan tersebut.

"Tentu saja ini menimbulkan tekanan ke fasilitas kesehatan di wilayah pengungsian karena sekarang Anda memiliki tambahan satu juta orang yang membutuhkan layanan kesehatan."

Militer Israel diketahui meluncurkan serangan udara intensif dan invasi darat ke wiayah selatan Lebanon mulai 2 Maret 2026 lalu. Israel menyatakan operasi militer ini menjadi balasan serangan Hizbullah.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Al Jazeera

Tag
  • serangan israel ke lebanon
  • lebanon selatan
  • sistem kesehatan lebanon
  • israel serang tenaga medis
  • lebanon
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BEI Sebut Tak Ada Emiten Konglomerasi dan BUMN di Antrean IPO
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BSA Logistics (WBSA) Gelar IPO, Tetapkan Harga Final Rp168 per Saham
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Liga Prancis: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hajar Toulouse
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terungkap, Isi Pembahasan Pertemuan Seskab Teddy dengan Wapres Gibran
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Teka-teki Pengemudi Raib Usai Mobil Tertemper KRL di Bogor
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.