PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan profil calon perusahaan yang masuk dalam pipeline penawaran umum perdana saham, atau initial public offering (IPO) tahun ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, dari 12 perusahaan antre IPO saat ini, sebagian besar berasal dari perusahaan atau sektor yang sebelumnya belum tercatat di pasar modal.
“Tapi yang saya ingat, semuanya itu relatif grup yang baru yang bukan konglomerasi yang sudah ada," kata Nyoman di BEI, dikutip pada Jumat (3/2/2026).
Nyoman menuturkan, hingga saat ini juga belum terdapat perusahaan BUMN dalam antrean IPO.
Kehadiran emiten BUMN masih dinantikan, karena biasanya mampu menjadi pendorong utama aktivitas penghimpunan dana di pasar modal.
"BUMN masih belum ada. Itu yang kita tunggu teman-teman sekalian," ungkapnya.
Dari sisi sektor usaha, pipeline IPO BEI memperlihatkan penyebaran lintas industri, dengan dominasi sektor konsumsi non-primer.
Komposisi sektoral calon emiten terdiri atas tiga perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals, dua perusahaan sektor Healthcare, dua perusahaan sektor Infrastructures, dan dua perusahaan sektor Technology.
Sisanya satu perusahaan sektor Energy, satu perusahaan sektor Financials, dan satu perusahaan sektor Transportation & Logistic.
Baca Juga: OJK Perketat IPO, Banyak Calon Emiten Tumbang
Sementara, belum terdapat perusahaan dari sektor Basic Materials, Consumer Cyclicals, Industrials, serta Properties & Real Estate dalam antrean IPO saat ini.
"Dari sektor yang tersebar, dari sektor yang kita punya tidak ada monopoli dari sektor tertentu," beber Nyoman. (*)




