VIVA – Polemik paspor pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang sebelumnya mengguncang kompetisi Eredivisie Belanda kini mulai merembet ke Liga Belgia.
Polemik ini sebelumnya mencuat setelah protes yang dilayangkan NAC Breda terkait keabsahan pemain Timnas Indonesia, Dean James, saat membela Go Ahead Eagles.
Protes tersebut menjadi titik awal mencuatnya persoalan regulasi pemain non-Uni Eropa di Eredivisie.
- Instagram/deanjames
Bahkan, dampaknya kini meluas hingga ke Belgia. De Telegraaf melaporkan, Klub Royal Antwerp telah mencoret nama Gyrano Kerk dari skuad saat menghadapi KRC Genk.
Dalam pernyataan resmi, pihak klub menegaskan tidak ingin mengambil risiko sebelum ada kejelasan terkait situasi tersebut. Antwerp saat ini masih melakukan penelusuran mendalam terhadap status pemain yang memiliki latar belakang Belanda-Suriname itu.
“Kami mengistirahatkan Gyrano sebagai tindakan pencegahan. Situasi secara umum sangat tidak jelas dan kami tidak ingin mengambil risiko apa pun sampai semuanya diklarifikasi. Klub sedang menyelidiki sepenuhnya situasi seputar Gyrano,” demikian pengumuman Antwerp.
Absennya Kerk menjadi kerugian tersendiri bagi Antwerp, mengingat pemain berusia 30 tahun itu telah tampil dalam 22 pertandingan musim ini dengan kontribusi enam gol dan lima assist. Kondisi ini juga memengaruhi persiapan tim dalam menghadapi fase play-off Eropa.
Sontak situasi ini juga menimbulkan perhatian terhadap pemain keturunan Indonesia, Joey Pelupessy, yang saat ini bermain di klub Belgia, Lommel SK.
- Instagram/joeypelupessy
Meski belum ada laporan resmi terkait Joey, kasus yang terjadi di Antwerp menunjukkan potensi risiko yang dapat menjalar ke berbagai level kompetisi.
Berdasarkan regulasi yang berlaku di Belanda, seseorang dapat kehilangan kewarganegaraan secara otomatis jika secara sukarela mengambil kewarganegaraan lain. Dampaknya tidak hanya pada status hukum, tetapi juga berimbas pada izin tinggal dan izin kerja pemain di kompetisi Eropa.





