Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi minta Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Garut bereskan kasus viral ramai jadi sorotan. Hal ini rupanya usai Gubernur Jawa Barat itu mengetahui kasus wisatawan dipungli parkir.
Kejadian tersebut diketahui terjadi di Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut. Dimana seorang wisatawan mengaku dimintai biaya masuk dan parkir hingga Rp 45 ribu.
Dan pembayaran tersebut dihitung per satu motor. Padahal, awalnya sang wisatawan mengetahui biaya Rp15 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk penumpang.
Merasa jadi korban pungli, wisatawan itu lantas memviralkan kejadian itu di media sosial.
"Di sini Rp15.000 untuk motor, Rp5.000 penumpang, tapi diminta Rp45.000," ucap sang wisatawan.
Tak berhenti sampai di situ, sang wisatawan juga menyinggung perihal kondisi pantai yang penuh sampah dan kotor. Alhasil fasilitas yang ada tak sebanding dengan uang yang harus dibayarkan.
"Kalau dibikin estetik. Ini banyak sampah, kalau bersih, ini kotor," imbuhnya.
Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi minta Pemkab Garut untuk membereskan masalah tersebut. Pasalnya, kasus soal pungutan yang terlampau mahal itu terlanjur viral di media sosial.
Sang Gubernur Jawa Barat itu bahkan meminta agar kejadian serupa tak kembali terulang di masa depan.
"Ini yang saya maksud tadi pagi, masuk pantai jangan terlalu banyak pungutan, akibatnya orang marah-marah sehingga keluar kata-kata yang tidak pantas," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Instagram @dedimulyadi71, Jumat (3/4/2026).
Lebih lanjut, Dedi menilai jika diteruskan, pungutan liar itu akan membuat para wisatawan jengkel. Dan berdampak buruk pada tempat pariwisata itu sendiri.
Ia juga mengatakan, masalah seperti ini seharusnya bisa diselesaikan di tingkat daerah tanpa harus menunggu perhatian dari pemerintah provinsi. Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur.
Itulah sebabnya Dedi Mulyadi minta Pemkab Garut untuk sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Kan tidak bagus kalau harus ditangani oleh gubernur, karena sudah ada camat, kepala desa, bupati, wakil bupati, bahkan wakil bupatinya mantu saya sendiri itu. Tolong beresin ya, jangan bikin malu Jawa Barat," tandas Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli




