Populer: Pariwisata Dubai Terguncang; Kapal Oman Cari Rute Alternatif

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Industri Pariwisata Dubai menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (3/4). Selain itu, pergerakan kapal milik Oman yang mencari rute alternatif di Selat Hormuz. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Industri Pariwisata Dubai Terguncang Imbas Perang AS-Israel dan Iran

Industri pariwisata Dubai, yang tahun lalu menarik 19,59 juta pengunjung internasional, kini menghadapi guncangan signifikan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Natasha Sideris, Founder dan CEO Tashas Group, melaporkan penurunan pendapatan restoran miliknya lebih dari 50 persen, bahkan mencapai 70-80 persen untuk gerai yang sangat bergantung pada wisatawan.

"Situasi ini memaksanya untuk memotong gaji 30 persen bagi seluruh staf, mirip dengan realitas sulit yang dialami sebagian besar sektor restoran di kota tersebut," mengutip BBC, Jumat (3/4).

Dampak krisis ini meluas ke seluruh ekosistem pariwisata. Tingkat hunian hotel di Dubai anjlok tajam menjadi 15-20 persen dari level normal, mendorong properti mewah di Palm Jumeirah untuk memangkas harga hingga setengahnya.

Secara regional, penelitian dari Tourism Economics memproyeksikan potensi penurunan 23 juta hingga 38 juta pengunjung tahun ini, dengan kerugian pengeluaran wisatawan mencapai antara USD 34 miliar hingga USD 56 miliar.

Menanggapi kondisi ini, pemerintah Dubai telah mengumumkan dukungan sebesar USD 272,26 juta untuk bisnis, termasuk pariwisata, selama tiga hingga enam bulan ke depan.

Hindari Perairan Iran, 3 Kapal Milik Oman Lewati Rute Alternatif di Selat Hormuz

Tiga kapal milik Oman, terdiri dari dua tanker minyak raksasa dan satu kapal pengangkut gas alam cair, terpantau menggunakan rute alternatif di Selat Hormuz dengan menyusuri garis pantai negara asal mereka.

Pergerakan ini mengindikasikan upaya untuk menghindari perairan Iran yang sebelumnya menjadi jalur transit utama.

Ketiga kapal tersebut, yang dikelola oleh Oman Ship Management Company, menjadi perhatian khusus mengingat Selat Hormuz sebagian besar terblokade sejak awal konflik, meskipun Iran sempat merundingkan transit bagi negara-negara sahabat.

"Penutupan efektif jalur air krusial ini telah secara signifikan mengguncang pasar energi global, menyebabkan lonjakan harga dan meningkatkan tekanan internasional," tulis Bloomberg seperti yang dikutip kumparan.

Iran sendiri sempat berupaya menerapkan sistem tol, meminta pembayaran hingga USD 2 juta per pelayaran melalui jalur air tersebut.

Data pelacakan menunjukkan setiap kapal tanker membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah. Rute alternatif yang dipilih terletak di selatan jalur pelayaran utama, menjauh dari jalur utara yang sering dikaitkan dengan tuntutan Iran, namun kurang cocok untuk kapal tanker minyak terbesar karena kedalamannya yang lebih dangkal dan tikungan yang lebih sempit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Pekerja Tewas di Proyek Jagakarsa, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian K3
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kajati Harli Siregar Sumut Minta Maaf Usai Gaduh Kasus Amsal Sitepu
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Perjuangan Iran Atas Palestina Menyelamatkan Wajah Umat Islam
• 6 menit laluharianfajar
thumb
Prakiraan Cuaca RI Saat Paskah 5 April Besok, Potensi Berawan hingga Hujan Petir
• 2 jam laludetik.com
thumb
Punya Basis Populasi Muslim 244,7 Juta Jiwa, OJK Terus Perluas Akses Keuangan Syariah
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.