JAKARTA, KOMPAS.TV- Kementerian Sosial (Kemensos) menemukan lebih dari 3.000 peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang sebelumnya dinonaktifkan ternyata telah meninggal dunia.
Temuan ini diperoleh dari proses verifikasi lapangan atau ground check yang dilakukan pemerintah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, proses verifikasi tahap pertama dilakukan terhadap sekitar 106.000 peserta PBI-JK yang merupakan penderita penyakit katastropik.
“Lebih dari 3.000 di antaranya teridentifikasi sudah meninggal dunia,” kata Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, seperti dikutip dari laman resmi Kemensos, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: Diduga 3 Kali Ditolak RS karena BPJS Beda Domisili, Mahasiswi Uncen Meninggal Dunia | BERUT
Dalam proses verifikasi tersebut, pemerintah berhasil mengidentifikasi lebih dari 89.000 penerima manfaat yang dipastikan benar-benar merupakan pasien dengan penyakit katastropik dan sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah.
Sementara itu, sekitar 9.000 peserta PBI-JK lainnya belum berhasil ditemukan dalam proses pendataan di lapangan.
“Pemerintah masih menelusuri keberadaan mereka, termasuk kemungkinan perpindahan alamat atau fasilitas kesehatan,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, peserta yang berhasil diverifikasi secara otomatis akan direaktivasi sebagai penerima manfaat program PBI-JK. Adapun alokasi bagi peserta yang telah meninggal dunia akan dialihkan kepada penerima manfaat lain.
Baca Juga: BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta/Hari Bisa Disetop
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- pbi bpjs kesehatan
- penerima bantuan iuran
- kementerian sosial
- dtsen
- bps
- data penerima bansos





