Sejarah Bunga Lily Putih dan Bunga Bakung Identik dengan Perayaan Paskah, Ternyata dari Ini

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Dalam perayaan Paskah, bunga lily putih atau yang dikenal sebagai Easter Lily menjadi salah satu simbol paling ikonik. Bunga ini kerap dikaitkan dengan kebangkitan Yesus Kristus, meski tidak semua orang mengetahui sejarah panjang di baliknya.

Makna Religius Easter Lily dalam Tradisi Kristen

Easter Lily telah digunakan sebagai simbol keagamaan sejak berabad-abad lalu, bahkan sebelum era Masehi. Dalam tradisi Kristen, bunga ini melambangkan kesucian, pemurnian, serta kebangkitan.

Bunga bakung juga kerap diasosiasikan dengan para rasul yang setia mengikuti Yesus dalam menyebarkan ajaran Kristen. Dalam berbagai karya seni religius, bunga ini sering digambarkan bersama Malaikat Gabriel sebagai simbol kabar suci.

Selain itu, kepercayaan yang berkembang di kalangan umat Kristiani menyebutkan bahwa bunga lili tumbuh dari tetesan air mata dan darah Yesus saat penyaliban. Karena itu, bunga ini juga melambangkan kesucian Bunda Maria sekaligus menjadi simbol kemenangan kehidupan atas kematian.

Jejak Sejarah: Dari Jepang ke Dunia Barat

Secara historis, Easter Lily pertama kali ditemukan oleh tentara Inggris di Jepang pada tahun 1777. Umbi bunga tersebut kemudian dibawa ke Inggris dan dikembangkan di wilayah Kepulauan Bermuda.

Namun, budidaya tanaman ini sempat mengalami hambatan besar akibat serangan penyakit tanaman yang memusnahkan sebagian besar produksi di Bermuda. Akibatnya, Jepang menjadi satu-satunya negara yang mampu memproduksi bunga ini secara massal pada masa itu.

Perkembangan penting terjadi pasca Perang Dunia I, ketika seorang tentara bernama Louis Houghton membawa umbi bunga lili ke Oregon, Amerika Serikat.

Berbekal keahlian bertani, ia bersama para petani lokal berhasil membudidayakan Easter Lily dalam skala besar.

Sejak saat itu, Oregon dikenal sebagai pusat produksi bunga lili berkualitas tinggi di Amerika Serikat.

 

Dijuluki “Emas Putih” hingga Jadi Ikon Paskah

Produksi bunga lili sempat terganggu saat Serangan Pearl Harbor, yang menyebabkan distribusi umbi dari Jepang terhenti. Kelangkaan ini membuat harga Easter Lily melonjak tajam hingga dijuluki “White Gold” atau emas putih.

Istilah “Easter Lily” sendiri mulai populer ketika petani Inggris membudidayakan bunga ini di Bermuda. Penamaan tersebut merujuk pada seringnya bunga bakung disebut dalam Alkitab dan kaitannya dengan perayaan Paskah.

Simbol Paskah yang Bertahan Hingga Kini

Seiring waktu, Easter Lily semakin melekat sebagai simbol utama Paskah di berbagai belahan dunia. Selain keindahannya, makna spiritual yang terkandung di dalamnya menjadikan bunga ini tidak sekadar dekorasi, melainkan representasi harapan, kesucian, dan kebangkitan.

Tak heran jika hingga kini, bunga lili putih tetap menjadi elemen penting dalam perayaan Paskah, baik di gereja maupun di rumah umat Kristiani. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
11 Update Perang Timur Tengah: Iran Ngamuk, Jet Tempur AS Jatuh
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kasus Suap Bea Cukai, Industri Rokok Dorong KPK Perluas Penindakan Pelaku Rokok Ilegal
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Simak daftar harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian Sabtu pagi
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Industri hulu migas miliki peran strategis dukung perekonomian daerah
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
BNPB: Jumlah pengungsi banjir Demak jadi 2.839 jiwa
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.