Beberapa hal di trailer ini membuat para penonton salah fokus, mulai dari penggambaran dua aktor matang menjadi mahasiswa Bandung hingga tayangan yang menunjukkan momen bersejarah di Indonesia.
Adegan terakhir cuplikan film Dilan ITB 1997 menunjukkan momen ketika Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto mundur dari jabatannya. Ketika orang-orang di sekitar bersorak atas berita itu, Dilan mengucapkan salam perpisahan.
“Terima kasih, Soeharto,” ucap karakter Ariel NOAH.
Baca Juga :
Mawar de Jongh Emosional Pertama Kali Baca Naskah Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana Ya?Pengguna X dengan akun @smekdoncat merespons unggahan trailer film Dilan ITB 1997 oleh akun jaringan bioskop CGV.
“Kalian gak akan pernah nebak kalimat terakhir yang ke luar di trailer ini,” tulisnya sembari melakukan quote retweet.
https://x.com/smekdoncat/status/2039916091984797887?s=46&t=PxL6sKhITExsStPz8I985g
Cuitan singkat itu mendapatkan 15 ribu likes dan 4,4 ribu retweet. Dari hampir seribu akun yang berkomentar, sutradara sekaligus komika Ryan Adriandhy turut menyampaikan reaksinya menonton adegan tersebut.
“ANJENG,” ketiknya dengan emoji menangis.
Namun, netizen lain menganggap kalau kalimat yang dilontarkan Dilan memiliki alasan tersendiri setelah mendampingi teman-temannya berdemo di kala rezim Soeharto. Dialog itu dipandang sebagai bentuk sarkasme.
Warganet hanya bisa menunggu hingga filmnya tayang pada akhir bulan ini agar menangkap keseluruhan konteks dari kalimat “gong” itu.
“Trailer yang sangat berhasil. Semua orang jadi ngomongin, karena kalimat terakhir padahal bisa aja contextnya ga lengkap,” kritik akun @/alien*********.
“Itu mah candaan sarkas nya si pidi itu mah, maksudna pling terimakasih udh mau lengser wkwkwkk,” tambah akun @/eko******.
Proyek garapan Falcon Pictures ini diharapkan menghadirkan cerita dari sudut pandang dewasa dengan konflik yang lebih kompleks dibandingkan seri-seri sebelumnya.
Baca Juga :
Lagu Shes Electric - Oasis, Kisah Cinta Penuh ImajinasiKisah film ini diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq dengan judul yang sama. Melalui Dilan ITB 1997, penonton akan melihat perjalanan hidup Dilan sebagai mahasiswa di ITB. Ia tak hanya diterpa persoalan cinta, tetapi juga dinamika sosial serta situasi politik di era tersebut.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)





