Pasukan Iran dan Amerika Serikat berlomba satu sama lain untuk menemukan seorang jet tempur AS yang jatuh di Iran.
Teheran mengatakan telah menembak jatuh pesawat tempur F-15 milik AS tersebut, sementara media AS melaporkan pasukan khusus Amerika telah menyelamatkan salah satu dari dua awaknya, dengan satu awak lainnya masih hilang.
Militer Iran juga mengatakan telah menembak jatuh pesawat militer A-10 milik AS di Teluk, dengan media AS mengatakan pilotnya telah diselamatkan.
Komando Pusat AS tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang jatuhnya jet tempur F-15. Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan: "Presiden telah diberi pengarahan".
Presiden Donald Trump mengatakan kepada NBC, bahwa jatuhnya F-15 tidak akan mempengaruhi negosiasi dengan Iran, dengan mengatakan: "Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang."
Seorang juru bicara komando operasional pusat militer Iran mengatakan "sebuah jet tempur musuh Amerika di wilayah udara Iran tengah telah dihantam dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih Angkatan Udara IRGC".
"Pesawat jet itu hancur total, dan pencarian lebih lanjut masih berlangsung," imbuhnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/4/2026).
Seorang reporter televisi Iran di saluran resmi lokal mengatakan siapa pun yang menangkap awak pesawat itu hidup-hidup akan "menerima hadiah yang berharga".
(ita/ita)





