Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Demak
Bencana banjir melanda Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah sejak Jumat, 3 April 2026 pukul 8.00 WIB. Sebanyak 583 jiwa terpaksa mengungsi di sejumlah titik pengungsian dan satu warga dilaporkan hilang.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu yang menyebabkan peningkatan debit air hingga mengakibatkan tanggul di Dukuh Solowere dan Dukuh Selodoko jebol. Air kemudian meluap dan merendam permukiman warga.
Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, wilayah terdampak mencakup empat kecamatan dengan total delapan desa.
Di Kecamatan Guntur meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turirejo, dan Sumberejo. Di Kecamatan Karangtengah mencakup Desa Ploso. Di Kecamatan Wonosalam terdapat Desa Lempuyang. Sementara di Kecamatan Kebonagung meliputi Desa Solowire dan Sarimulyo.
Data sementara mencatat sebanyak 1.070 kepala keluarga atau 4.280 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 583 warga mengungsi di beberapa lokasi, antara lain Masjid Babu Rohim dan mushola di Dukuh Solondoko, Masjid Rodhotul Janah dan mushola di Dukuh Solowere, Balai Desa Telogorejo, Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo, serta Kantor Kecamatan Guntur. Sejumlah pengungsi juga membutuhkan penanganan kesehatan.
Banjir turut berdampak pada 1.230 unit rumah, dengan empat unit mengalami rusak berat. Selain itu, 10 fasilitas pendidikan dan 15 fasilitas ibadah terdampak, serta sekitar 194 hektare lahan sawah terendam.
BPBD Kabupaten Demak bersama unsur terkait telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat, mulai dari kaji cepat, evakuasi warga, koordinasi lintas sektor, hingga penyiapan lokasi pengungsian dan layanan kesehatan.
Distribusi karung untuk penguatan tanggul sementara juga dilakukan, disertai pencarian terhadap warga yang hilang serta pendirian posko lapangan di Koperasi Merah Putih Desa Bumiharjo. Pemerintah daerah saat ini juga tengah memproses penetapan status tanggap darurat.
Hingga laporan ini disusun, kondisi air masih terpantau tinggi dan proses evakuasi masih berlangsung, khususnya di Desa Trimulyo. Layanan kebutuhan dasar seperti makanan dan layanan kesehatan terus diberikan kepada para pengungsi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi tanggul dan debit air yang masih tinggi.
Kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik, air bersih, obat-obatan, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, serta peralatan kebersihan. Selain itu, penguatan tanggul di sejumlah titik aliran Sungai Tuntang menjadi prioritas untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Editor: Redaksi TVRINews





