BMKG: Masa Peralihan Picu Hujan Lebat dan Titik Panas di Sejumlah Wilayah

mediaindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih mengintai Indonesia selama periode 3-9 April 2026. Pada masa peralihan musim atau pancaroba ini, hujan lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, bersamaan dengan munculnya titik panas (hotspot) di beberapa daerah.

Dalam laporan resminya, BMKG mencatat hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat terjadi di berbagai wilayah pada akhir Maret hingga awal April. Curah hujan sangat lebat terpantau di Maluku mencapai 134,3 mm per hari, sementara hujan lebat juga terjadi di Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Aceh, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Barat.

“Sebaran hujan yang tidak merata menjadi ciri khas masa peralihan musim, sehingga di satu sisi terjadi hujan lebat, namun di sisi lain muncul titik panas,” tulis BMKG.

Baca juga : BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Berdasarkan pemantauan satelit, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Kondisi ini dipicu minimnya awan hujan di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Secara dinamika atmosfer, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gelombang atmosfer seperti Rossby dan Kelvin hingga aktivitas Madden–Julian Oscillation yang diprakirakan melintasi wilayah Sumatra dan sebagian Papua. Selain itu, peralihan dominasi monsun Asia ke monsun Australia turut memengaruhi pola angin dan pembentukan awan hujan.

BMKG memprakirakan pada periode 3–5 April, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat diberlakukan untuk Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua Pegunungan. Sementara itu, potensi angin kencang diprediksi terjadi di Nusa Tenggara Timur.

Baca juga : BMKG: Cuaca Panas Mulai April hingga Mei 2026 di Wilayah Kaltim akibat Pancaroba

Memasuki periode 6–9 April, hujan umumnya terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang, namun potensi hujan lebat masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah. Status siaga diprakirakan berlaku di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

BMKG juga menyoroti tingginya labilitas atmosfer di sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua Selatan. Kondisi ini dapat memicu hujan yang disertai kilat, petir, dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.

Seiring kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan deras serta membatasi aktivitas luar ruang ketika terjadi cuaca ekstrem.

“Informasi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga masyarakat diharapkan rutin memantau pembaruan resmi dari BMKG,” demikian imbauan lembaga tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Benarkah Ada? Ini Fakta di Balik Link yang Diburu Netizen
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Jenazah Praka Farizal Belum Dipulangkan, Keluarga Desak PBB Investigasi Kematian Prajurit TNI
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Hasil Dialog dengan Warga, DLH Jakarta Bentuk Tim Pengawas dan SOP Khusus RDF Plant Rorotan
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Puluhan Rumah di Lembang Porak-poranda Diterjang Angin Kencang
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dari Kawan jadi Lawan! Kara Bajema Tulis Pesan Untuk Megawati Hangestri usai Duel Sengit di Final Four Proliga 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.