jpnn.com - CIREBON - Pimpinan Majelis Al Barkah Surya Cirebon KH Muhammad Ilyas Khaelani mengungkit lagi kasus Kilometer 50 (KM 50) dan pembunuhan Vina Cirebon.
Kiai Ilyas menyinggung dua perkara heboh itu saat istigasah dan halalbihalal di Cirebon, Jumat (3/4) yang dihadiri ratusan warga.
BACA JUGA: PUI Dorong Polri Usut Tuntas Kanjuruhan & KM 50 Setegas Kasus Andrie Yunus
Sekadar membalik halaman lama, kasus KM 50 merupakan pembunuhan yang terjadi pada Desember 2020 yang melibatkan tiga kelompok di Rest Area KM 50A (arah Cikampek), Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang menyasar enam anggota Front Pembela Islam.
Sementara itu, kasus Vina Cirebon terjadi pada Agustus 2016. Vina dan teman prianya, Eky, ditemukan tergeletak di atas jembatan layang Kepongpongan, Talun, Kabupaten Cirebon.
BACA JUGA: MA Tolak PK Terpidana Kasus Vina Cirebon, Ini Pertimbangannya
"Peristiwa KM 50 dan kasus Vina masih menjadi perhatian masyarakat. Kami berharap dapat diungkap secara terang agar memberikan kepastian hukum,” kata Kiai Ilyas.
Dia juga menyampaikan harapan agar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat mendorong penyelesaian berbagai kasus yang masih tertunda.
BACA JUGA: Teddy Minahasa Singgung Soal Perusakan CCTV di Kasus Sambo dan KM 50
“Kami berharap ada upaya yang serius dan terbuka untuk menyelesaikan kasus-kasus yang belum tuntas, sehingga kepercayaan masyarakat dapat terjaga,” tuturnya.
Kiai Ilyas menekankan pentingnya integritas aparat penegak hukum, khususnya Polri dalam menjalankan tugas secara profesional dan akuntabel.
“Penegakan hukum yang jujur dan terbuka sangat penting untuk menjaga marwah hukum dan kepercayaan publik,” kata KH Ilyas. (mcr8/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra




