Apa Itu Sabtu Suci? Ini Makna dan Tradisinya dalam Tri Hari Suci Paskah

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Sabtu Suci merupakan salah satu hari penting dalam rangkaian Tri Hari Suci yang diperingati umat Kristen di seluruh dunia. Sabtu Suci menjadi momen penuh keheningan untuk mengenang saat Yesus Kristus berada di dalam kubur setelah wafat di kayu salib.

Tidak seperti hari lainnya, suasana pada hari ini cenderung tenang tanpa perayaan besar. Sebab, umat diajak untuk merenung dan menantikan kebangkitan-Nya. Tri Hari Suci dalam Agama Kristen Tri Hari Suci merupakan rangkaian peringatan penting dalam iman Kristen yang meliputi:

  • Kamis Putih – memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya.
  • Jumat Agung – mengenang penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus.
  • Sabtu Sunyi/Suci – waktu perenungan sebelum kebangkitan Yesus pada Hari Paskah.
Ketiga hari ini memiliki makna mendalam yang menggambarkan perjalanan penderitaan hingga kebangkitan Yesus.
 

Baca Juga :

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian di Tengah Konflik Timur Tengah
Sabtu Suci dalam Narasi Alkitab Sabtu Suci adalah hari setelah Yesus wafat dan sebelum Ia bangkit dari kematian. Injil mencatat bahwa jenazah Yesus telah dibaringkan di dalam makam milik Yusuf dari Arimatea. Para murid dilanda duka dan kebingungan.

Tidak ada mujizat, tidak ada pengajaran. Hanya sunyi. Hari ini dicatat dalam Matius 27:59–61, Markus 15:42–47, Lukas 23:50–56, dan Yohanes 19:38–42.

Namun kesunyian itu bukan tanpa makna. Dalam tradisi Kristen, Sabtu Suci dipercayai sebagai momen ketika Kristus turun ke dunia orang mati dan menghancurkan kuasa maut. Seperti tertulis dalam 1 Petrus 3:18–19, “Kristus…telah mati sekali untuk segala dosa…Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara.” Makna Sabtu Suci bagi Umat Kristen Sabtu Sunyi memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Kristen untuk menguatkan iman dan kepercayaan kepada Allah, meskipun dalam situasi yang terasa sunyi dan seolah tanpa jawaban.

Dalam Mazmur 23:4 tertulis, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.” Sementara itu, Ibrani 13:5 menegaskan, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ayat-ayat ini menjadi pengingat bahwa Tuhan selalu hadir, bahkan di tengah keheningan.

Pada hari ini, umat Kristen juga melakukan berbagai aktivitas rohani sebagai bentuk penghormatan sekaligus persiapan menyambut kebangkitan Kristus. Mengutip dari BPK Penabur (Sabtu, 19 April 2025), umumnya tidak diadakan misa atau ibadah besar sebagai tanda duka atas wafatnya Yesus. Di sejumlah gereja, patung dan salib ditutup kain sebagai simbol berkabung.

Selain itu, umat menjalankan puasa serta memperbanyak doa pribadi. Beberapa jemaat juga mengikuti ibadah Tenebrae, yaitu ibadah malam dengan ritual pemadaman lilin secara bertahap yang melambangkan kegelapan dunia saat Yesus wafat. Ibadah ini biasanya berakhir dalam kondisi gelap total sebelum terang kembali dinyalakan saat Paskah tiba.

Sabtu Suci juga dimaknai sebagai waktu untuk refleksi diri, memperdalam penghayatan akan kasih Allah, serta mempersiapkan hati menyambut kebangkitan Kristus. Dalam keheningan tersebut, umat diajak untuk tetap berpegang pada janji Tuhan dalam Yohanes 14:18: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik AS-Iran Masuk Babak Baru, Dunia dalam Ketidakpastian? | BOLA LIAR
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Panglima TNI ke Satgas UNIFIL: Jaga Moril Prajurit, Masuk Bunker, Jangan Keluar
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Belda Jebolan IMB Buka Suara soal Aksi Piting Turis Rusia Mabuk di Bali
• 18 menit lalukumparan.com
thumb
Tokoh Muhammadiyah Dorong Kampus Indonesia Belajar Teknologi Persenjataan ke Iran
• 58 menit lalurepublika.co.id
thumb
Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis, Dapat Makan Siang Gratis
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.