Tersendatnya alur pembuangan ke TPST Bantar Gebang menimbulkan permasalahan pengelolaan limbah di berbagai sudut ibu kota.
Dampak nyata terlihat di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar Rawadas, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang resmi ditutup permanen usai sampah menggunung pasca-Lebaran.
Imam, tukang sampah yang tinggal tepat di samping TPS tersebut, mengungkapkan bahwa penutupan terpaksa dilakukan karena armada truk pengangkut absen berhari-hari.
Volume sampah yang membeludak akhirnya tak bisa lagi ditangani secara manual.
"Sebelum Lebaran itu mobil pengangkutnya yang enggak ada. Akibat masalah di Bantar Gebang kan. Karena mobil enggak ada, akhirnya terjadi penumpukan. Pas kondisinya langsung penuh, kita minta bantuan pihak kelurahan dan langsung ditutup minta sopel (alat berat), karena mobil pengangkut enggak datang sampai tiga hari," jelas Imam.
Kini, area bekas tumpukan sampah itu telah dipasangi palang peringatan agar warga maupun gerobak tidak lagi membuang limbah secara ilegal.
Andre, warga sekitar, membenarkan adanya pemasangan palang tersebut. Ia mengaku lega karena lingkungan dekat rumahnya terbebas dari aroma busuk.
"Cuma dikasih palang gitu aja di depannya biar nggak asal lempar sampah lagi. Memang baunya kemarin parah banget pas numpuk tinggi. Sekarang warga sini diarahkan ke penampungan di RW sebelah tuh. Lumayan jalan sedikit, tapi ya mendingan lah daripada numpuk bau di sini," tutur Andre.





