Mendikdasmen: Alumni LPDP Bukan Pengganti Guru, tapi Mitra Inovasi Digital

tvrinews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Jakarta

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penugasan 150 alumni LPDP dalam Program Alumni Pejuang Digital bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai mitra strategis dalam mendorong pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.

Program yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ini menugaskan para alumni selama 12 minggu di 150 sekolah dasar di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), yakni di Merauke, Halmahera Utara, Kupang, dan Sumedang.

“Peserta hadir bukan sebagai pengganti guru, tetapi sebagai teman belajar digital dan mitra inovasi untuk bersama-sama menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan bagi murid,”kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.

Menurut Mendikdasmen, program ini merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi pendidikan melalui pemanfaatan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital yang telah didistribusikan ke berbagai sekolah di Indonesia. Namun ia menekankan bahwa distribusi perangkat saja tidak cukup tanpa pendampingan yang tepat kepada guru.

“Teknologi tidak akan berdampak jika tidak digunakan secara efektif dalam pembelajaran. Karena itu, para alumni hadir untuk mendampingi guru agar teknologi benar-benar menjadi alat bantu belajar yang membuat pembelajaran lebih interaktif dan bermakna,”lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa para alumni LPDP merupakan putra-putri terbaik bangsa yang telah menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, dan memilih kembali untuk mengabdi kepada masyarakat melalui dunia pendidikan.

Program Alumni Pejuang Digital dirancang dengan empat fokus utama, yaitu pembiasaan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, penguatan kompetensi guru melalui praktik pembelajaran interaktif, pengembangan budaya digital di sekolah, serta penyusunan strategi digitalisasi yang berkelanjutan.

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, para peserta telah mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pedagogi, pengoperasian perangkat digital, kurasi konten pembelajaran, hingga praktik mengajar (microteaching). Setiap alumni ditempatkan di satu sekolah agar pendampingan dapat dilakukan secara optimal dan memberikan dampak langsung.

Mendikdasmen berharap program ini tidak hanya membantu pemanfaatan perangkat digital di sekolah, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Harapannya, kehadiran para alumni ini bisa menjadi penggerak perubahan di sekolah, bukan hanya dalam penggunaan teknologi, tetapi juga dalam cara belajar yang lebih kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan,”tuturnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Final Four Proliga 2026: Service Ace Megawati Hangestri Bawa Jakarta Pertamina Enduro Raih Kemenangan Pertama
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Situs Mèze Ungkap Sarang Dinosaurus Raksasa Berusia 72 Juta Tahun
• 22 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Erika Carlina Gelar Prosesi Tedak Siten Secara Intimate
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Rodri Tergoda Real Madrid? Pep Guardiola Beri Jawaban Berkelas Soal Masa Depan Sang Jenderal Lapangan Tengah
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Info Iuran BPJS Kesehatan 2026, Tarif Kelas III Rp42.000 per Orang
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.