Bisnis.com, JAKARTA — Perayaan Paskah di dunia Kristen umumnya memiliki pola serupa, mulai dari puasa selama masa Prapaskah, tradisi telur dan kelinci Paskah, hingga ibadah Minggu Paskah.
Namun di berbagai belahan dunia, Paskah juga dirayakan dengan cara-cara yang jauh lebih unik, bahkan tak biasa.
Berikut 10 tradisi Paskah berbeda yang menarik untuk disimak:
1. Bilby Paskah dari AustraliaDi Australia, kelinci Paskah mulai “digantikan” oleh bilby, hewan marsupial asli yang kini terancam punah.
Produsen cokelat membuat versi bilby sebagai bagian dari kampanye pelestarian satwa. Dahulu bilby menghuni sekitar 80% wilayah Australia, namun kini hanya tersisa di daerah terpencil akibat kerusakan habitat dan predator.
Baca Juga
- Catat! 10 Rekomendasi Film Paskah untuk Ditonton Bersama Keluarga
- Daftar Tanggal Merah April 2026, Ada Long Weekend Paskah
- Ini Pesan Paskah dan Natal Paus Fransiskus yang Terakhir
Menariknya, setiap pembelian cokelat bilby turut mendukung upaya konservasi spesies ini.
2. Omelet raksasa di PrancisWarga Haux, Prancis, merayakan Senin Paskah dengan memasak omelet raksasa dari lebih 4.500 telur yang bisa dinikmati lebih dari 1.000 orang.
Tradisi ini konon terinspirasi dari kisah Napoleon Bonaparte yang memerintahkan pengumpulan telur setelah menyukai omelet setempat.
Setiap keluarga menyumbang telur, lalu seluruh warga berkumpul di alun-alun untuk memasaknya bersama.
3. Tradisi siram air di HungariaDi beberapa wilayah Hungaria, perempuan mengenakan pakaian tradisional dan “dikejar” oleh laki-laki yang menyiram mereka dengan air.
Ritual ini berasal dari tradisi kuno pra-Kristen yang diyakini melambangkan kesuburan dan pembaruan.
4. Penyihir Paskah di FinlandiaDi Finlandia dan Swedia, anak-anak berdandan seperti penyihir, membawa sapu, dan berkeliling dari rumah ke rumah.
Mereka menawarkan hiasan ranting willow sebagai “berkah” dan menerima permen atau uang sebagai balasan. Tradisi ini berakar dari kepercayaan lama tentang penyihir yang berkeliaran saat Paskah.
5. Hias Pohon tembakau di Papua NuginiAlih-alih cokelat, masyarakat di Papua Nugini menghias pohon dengan tembakau dan rokok sebagai bagian dari perayaan Paskah.
Pohon ini digunakan dalam kegiatan ibadah, dan setelah kebaktian, tembakau tersebut dibagikan kepada jemaat sebagai simbol perayaan.
6. Ritual ekstrem di FilipinaSebagian umat Katolik di Filipina melakukan penyaliban dan pencambukan diri saat Paskah sebagai bentuk penebusan dosa.
Meski telah ditentang oleh Gereja Katolik Roma, praktik ini masih berlangsung dan dianggap sebagai ekspresi iman yang mendalam oleh pelakunya.
7. Telur merah di YunaniDi Yunani, telur Paskah tidak berwarna-warni, melainkan merah sebagai simbol kehidupan dan darah Kristus.
Telur ini digunakan dalam permainan tsougrisma, di mana dua orang saling membenturkan telur. Pemenang adalah yang telurnya tetap utuh, melambangkan kemenangan atas kematian.
8. Demam kriminal di NorwegiaPaskah di Norwegia identik dengan cerita kriminal atau Påskekrim.
Televisi menayangkan serial detektif, sementara buku-buku misteri baru dirilis khusus menjelang Paskah. Bahkan, cerita kriminal pendek bisa ditemukan di kemasan susu.
Tradisi ini berawal dari kampanye pemasaran novel kriminal pada 1923 yang sukses besar dan menjadi fenomena budaya.
9. Perburuan kelinci di Selandia BaruDi Otago, Selandia Baru, Paskah dirayakan dengan berburu kelinci dalam skala besar.
Lebih dari 500 pemburu berpartisipasi untuk mengurangi populasi kelinci liar yang dianggap hama, sekaligus memperebutkan hadiah uang dan trofi.
10. Tradisi cambuk di Republik Ceko dan SlovakiaPada Senin Paskah, pria di Republik Ceko dan Slovakia membawa cambuk dari ranting willow yang dihias pita.
Mereka “mencambuk ringan” perempuan sebagai simbol kesehatan dan kecantikan. Meski dimaksudkan sebagai tradisi positif, praktik ini kini menuai kontroversi.
Beragam tradisi ini menunjukkan bahwa Paskah bukan hanya perayaan religius, tetapi juga refleksi kekayaan budaya yang berkembang di masing-masing negara.





