Sejumlah saham bank besar hingga energi menjadi yang paling banyak dilepas investor asing selama sepekan terakhir.
IDXChannel - Sejumlah saham bank besar hingga energi menjadi yang paling banyak dilepas investor asing selama sepekan terakhir, seiring pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan meningkatnya tekanan sentimen geopolitik global.
IHSG tercatat turun 0,99 persen ke level 7.026,78 dalam sepekan, setelah melemah selama tiga hari perdagangan dan hanya menguat satu kali.
Pekan ini juga berlangsung lebih singkat karena libur memperingati Jumat Agung.
Di sisi aliran dana, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) Rp2,88 triliun di pasar reguler selama sepekan.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp1,64 triliun, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp1,29 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp889,83 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp316,35 miliar.
Seluruh saham bank besar tersebut kompak melemah. Saham BBRI turun 4,87 persen ke Rp3.320, BBCA turun 4,36 persen ke Rp6.575, BMRI melemah 3,93 persen ke Rp4.650, dan BBNI terkoreksi 7,50 persen ke Rp3.700 dalam sepekan.
Tekanan jual asing juga terlihat pada saham energi dan pertambangan. Dua saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat net sell Rp182,76 miliar dengan harga turun 3,15 persen ke Rp4.300, sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dilepas Rp145,09 miliar dan melemah 7,11 persen ke Rp1.045.
Di sisi lain, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) tetap mencatat net sell Rp139,89 miliar meski harga sahamnya justru naik 6,12 persen ke Rp3.640.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dilepas Rp122,90 miliar dengan harga naik 1,92 persen ke Rp53, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) net sell Rp120,99 miliar dengan kenaikan 5,80 persen ke Rp730, serta PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) net sell Rp114,53 miliar dan menguat 4,53 persen ke Rp1.500.
Secara umum, sentimen negatif pasar dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal serangan militer lanjutan terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global dan menekan pasar saham Asia.
Dalam pidatonya, seperti dilansir Dow Jones Newswires, Trump mengatakan AS akan menyerang Iran secara keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan, sehingga meningkatkan kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Analis Nomura menyarankan investor berhati-hati terhadap saham di India serta, dalam tingkat lebih ringan, Indonesia dan Filipina karena risiko terhadap pertumbuhan dan laba perusahaan meningkat.
Sementara pasar Malaysia, Hong Kong, dan China dinilai relatif lebih tangguh menghadapi gejolak eksternal. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





