Punya Harta Banyak Tak Bikin Tenang, Taipan Ini Putuskan Jadi Mualaf

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: (Instagram.com/etalase.bukubelaka)

Jakarta, CNBC Indonesia - Punya harta banyak tak menjamin membuat hati tenang. Ini juga yang dialami pengusaha Indonesia keturunan China dan pemilik Toko Buku Gunung Agung, Masagung atau Tjio Wie Tay.

Gunung Agung merupakan toko buku yang kemudian melebarkan bisnisnya ke sektor pariwisata, perhotelan hingga penukaran uang. Ini juga yang membuat Masagung kaya raya.

"Ia enggan menyebutkan jumlah kekayaannya. Tetapi, jumlah pajak yang harus dibayarnya secara grup mencapai Rp200 juta. Untuk bea cukai sebesar Rp 2 miliar. Belum termasuk pajak pendapatan dari 2.000 lebih karyawannya," tulis penulis buku Apa dan Siapa? (2004) saat menanyakan kekayaan Masagung.


Baca: Pecahan Rupiah Ini Bakal Tak Laku Lagi, Cek Batas Waktu Penukarannya

Meski begitu keadaannya tak membuat nyaman, ungkap Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya (2009). Masagung takut kejayaan dan kekayaan bisa menjadi senjata makan tuan dan membuatnya terjerumus dalam dunia maksiat.

Kemudian dia bertemu dengan Ibu Tien Fuad Muntaco, seorang ahli hipnotisme dan telepati. Pertemuan itu juga yang membuat Masagung masuk Islam.

"Usai pertemuan itu, dia jatuh di bawah pengaruh spiritual Ibu Tien dan memutuskan untuk memeluk agama Islam (Sebelumnya dia memeluk agama Hindu)," tulis Lombard.

Pengaruh Islam itu membuat dia menjadi lebih islami, ungkap Leo Suryadinata dalam Southeast Asian Personalities of Chinese Descent (2012). Bahkan menjadi tokoh penyebaran ajaran Islam.

Dia juga mendirikan Yayasan Jalan Terang untuk membiayai pembangunan masjid, rumah sakit dan museum Wali Songo. Begitu juga aktif berperan dalam dakwah masjid dan mempromosikan Islam dengan menerbitkan buku-buku Islami.

Baca: Negaranya Perang Terus, Konglomerat Israel Ternyata Makin Kaya

"Setelah mengalami masa muda yang resah, tindakan Masagung untuk merangkul tradisi Jawa dan kegemarannya pada kebatinan merupakan langkah-langkah maju," puji Lombard kepada Masagung.

Masagung tetap menyebarkan ajaran Islam tanpa lelah, hingga meninggal pada 24 September 1990.

 


(npb/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Siasat Pengusaha Cegah "Malapetaka" Bisnis Mall Usai Lebaran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Radja Nainggolan Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Menyesal Tidak Bela Timnas Indonesia, Ternyata Pernah Dibuat Sakit Hati
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Ground Check Kemensos Temukan 3.000 Peserta PBI BPJS Ternyata Sudah Meninggal
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
4 Pekerja Proyek Tewas dan 3 Lainnya Sesak Napas di Jaksel, Polisi Beber Kronologinya
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Ancaman Kekeringan El Nino "Godzilla" di Indonesia, Apa Itu dan Ini Daftar Wilayah Terdampak
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Viral Furap Kelewat Batas, Reza Arap Minta Netizen Hentikan Jodoh-Jodohan Fuji
• 7 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.