Aktor Jerome Kurnia memperluas perannya di industri perfilman dengan terlibat sebagai produser eksekutif dalam sekuel film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Jerome Kurnia mengaku keterlibatannya dilatarbelakangi oleh kepercayaannya terhadap proyek tersebut. Ia ingin lebih mendalami pengembangan film, sekaligus belajar lebih jauh tentang industri perfilman.
“Intinya karena aku percaya sama IP Kuasa Gelap ini. Dan kalau mau terlibat lebih dalam, menurut aku yang paling logis ya dengan menjadi eksekutif produser,” ujar Jerome saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (27/3).
Ia menilai langkah tersebut juga menjadi cara untuk memperluas perannya sebagai aktor di industri.
“Kenapa seorang aktor mau jadi eksekutif produser, pasti dia pengen belajar lebih banyak lagi tentang industri perfilman,” tambahnya.
Aktor kelahiran 1994 ini juga mengungkap bahwa ini bukan kali pertama dirinya terlibat di balik layar.
“Sebenarnya aku dulu udah pernah jadi associate producer di salah satu film pendek di Thailand, tapi itu sudah sekitar 2–3 tahun lalu,” katanya.
Oleh karena itu, ia mengaku tidak merasakan tekanan berarti dalam peran barunya tersebut.
“Enggak (pressure) sih, maksudnya ya berjalan aja, kan namanya juga hidup harus nyoba hal-hal baru,” jelasnya.
Meski mulai terlibat di belakang layar, Jerome menegaskan bahwa akting tetap menjadi prioritas utamanya.
“Kalau buat aku nomor satu selalu aku akan menjadi aktor dulu. Karena menurut aku pribadi, pekerjaan seorang aktor itu adalah blessing dan akan aku lakukan sampai aku mati,” tegasnya.
Tak hanya sebagai eksekutif produser, dalam film ini Jerome juga turut menjadi pemeran utama dengan kembali memerankan karakter Romo Thomas. Ia mengaku kini lebih fokus mendalami karakter tersebut agar cerita dalam sekuel ini terasa lebih kuat dan autentik dibanding film sebelumnya.
Sementara itu, Lukman Sardi yang kembali memerankan Romo Rendra, menyebut keterlibatan para pemain dalam sekuel ini terasa lebih mendalam, terutama dalam proses pengembangan naskah.
“Di yang kedua ini kita lebih detail membedah skrip, supaya karakternya makin kuat tapi tetap nggak lari dari yang pertama,” ujar Lukman.
Ia juga mengungkap bahwa karakter Romo Rendra akan dieksplorasi lebih jauh, termasuk latar belakang dan perjalanan emosionalnya. Hal ini membuat hubungan antar karakter, termasuk dengan Romo Thomas, menjadi lebih setara dibanding film sebelumnya.
“Kalau di awal lebih ke mentor dan murid, di sini kita jadi partner,” jelasnya.
Selain itu, chemistry antara Jerome dan Lukman disebut terbangun secara natural sejak film pertama. Lukman menilai Jerome sebagai sosok yang mudah diajak berkolaborasi.
“Jerome tuh bukan orang yang sulit untuk kita bisa punya koneksi. Itu sudah jadi modal awal untuk membangun chemistry,” tutur Lukman.
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah merupakan lanjutan dari film pertamanya yang berhasil menarik lebih dari satu juta penonton. Meski begitu, Jerome mengaku tidak terlalu memikirkan target angka penonton.
“Aku nggak pernah peduli penontonnya berapa, yang penting siapa pun yang nonton itu terhibur dan bisa membawa pesan pulang,” tandasnya.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah merupakan sekuel dari film Kuasa Gelap yang dirilis pada 2024 lalu. Produser Robert Ronny menyebut sekuel ini akan mengangkat tema yang jarang diangkat di perfilman Indonesia, yakni praktik pesugihan dari sudut pandang iman Katolik.
Proses syuting dijadwalkan dimulai pada April 2026 dan film ini direncanakan tayang pada tahun yang sama.





