Tips Menyimpan Telur Rebus agar Tidak Mudah Basi

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Telur rebus umumnya menjadi menu sarapan favorit banyak orang. Makanan sederhana ini juga disebut sebagai superfood yang menyediakan banyak nutrisi penting bagi tubuh. Tapi, bagaimana, ya menyimpan telur rebus agar tidak mudah basi atau membusuk?

Mengutip Everyday Health, telur rebus mudah rusak karena paparan atau kontaminasi bakteri di ruangan. Namun, telur rebus sebenarnya masih bisa kamu simpan untuk dimakan keesokan harinya.

Bagaimana cara menyimpan telur rebus yang benar?

Rupanya, kunci dari menyimpan telur rebus agar awet adalah lemari pendingin. Ya, menurut profesor ilmu pangan dan direktur Pusat Keamanan Pangan di Universitas Georgia di Athens Francisco Diez-Gonzalez, PhD., selayaknya makanan lain, telur rebus hanya bertahan dua jam di suhu ruang.

“Jangan biarkan makanan yang mudah busuk di luar ruangan lebih dari dua jam jika kamu berencana untuk memakannya. Ini berlaku bahkan jika cuacanya lebih dingin, karena bakteri dapat berkembang biak dengan cepat ketika suhu berada antara 40 dan 140 derajat Fahrenheit yang disebut sebagai ‘zona bahaya’,” katanya.

Nah, meski umumnya telur rebus masih utuh dengan cangkangnya, namun para ahli mengatakan cangkang tersebut tidak cukup melindungi dari kelembapan dan tidak kedap air.

Kemudian, meskipun disimpan dalam lemari pendingin seperti kulkas, tetap disarankan untuk sesegera mungkin menghabiskan telur rebus dan jangan menyimpannya terlalu lama.

Seorang spesialis keamanan pangan senior di Departemen Ilmu Pangan Universitas Penn State di University Park, Pennsylvania Martin Bucknavag menambahkan tipsnya, tanda telur busuk yang dibiarkan terlalu lama di luar ruangan akan mengeluarkan bau menyengat.

Selain itu, bisa saja telur rebus yang disimpan lama tersebut sudah terkontaminasi bakteri Salmonella. “Bakteri seperti salmonella dapat membuat Anda sakit meskipun telur tersebut tidak terlihat, terasa, atau berbau busuk, dan kuman ini seringkali terdapat pada telur mentah atau setengah matang,” terangnya.

Terutama, menurut Diez jika cangkang telurnya retak, maka akan mempermudah kontaminasi tambahan oleh sumber bakteri eksternal. Bakteri ini dapat bertahan bahkan pada cangkang telur yang bersih dan utuh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Virgoun Ungkap Alasan Tunda Pernikahannya dengan Lindi Fitriyana
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia Menjalar ke Liga Belgia, Joey Pelupessy Ikut Terseret?
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Profil 3 prajurit TNI yang gugur di Lebanon dalam misi perdamaian UNIFIL
• 6 jam lalubrilio.net
thumb
Pemprov Sulsel Pacu Proyek Paket 1 MYP, Konektivitas Wilayah Jadi Prioritas
• 21 jam laluterkini.id
thumb
150 Alumni LPDP Diterjunkan ke Daerah 3T Percepat Digitalisasi Sekolah
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.