WFH Tak Cukup Redam Krisis Energi, Ekonom: Pelayanan Publik Bisa Turun | ROSI

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ekonom Senior INDEF, Aviliani menilai kebijakan WFH hanya bersifat sementara dan tidak signifikan dalam menekan konsumsi energi.

Ia juga mengingatkan, kebijakan ini bisa berdampak pada kualitas layanan publik jika tidak disiapkan dengan baik.

Menurut Aviliani, pemerintah perlu memastikan kesiapan sistem sebelum menerapkan kebijakan tersebut. 

Sementara itu, Kepala Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), Jaleswari Pramodhawardani, menyoroti pentingnya transparansi pemerintah dalam menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada publik. 

Ia mengingatkan, komunikasi yang tidak terbuka justru dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di tengah masyarakat.

“Ini bukan bicara soal informasi yang harus diterima masyarakat, tapi ini bicara soal kepercayaan. Jangan sampai rakyat itu merabah-rabah apa sebenarnya yang sedang terjadi,” ujarnya. 

Ia juga mengingatkan bahwa narasi yang menenangkan tanpa kesiapan justru bisa menjadi ancaman di kemudian hari. Menurut Jaleswari, dampak krisis energi global tidak bisa dihindari dan hanya tinggal menunggu waktu untuk dirasakan di dalam negeri.

Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/9DI00APczvU 

 

#iran #USA #indonesia 

Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini

Sumber : Kompas TV

Tag
  • WFH
  • indonesia
  • kebijakan
  • bbm
  • subsidi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jokowi Sampaikan Duka Mendalam 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Banjir Rendam 12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakarta
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
544 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M7,6 di Sulut, Ini Penjelasan BMKG
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Iran Buru Pilot AS, Tawarkan Imbalan untuk Penangkapan atau Pembunuhan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Satria Muda menang tipis 89-87 atas Rajawali Medan
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.