544 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M7,6 di Sulut, Ini Penjelasan BMKG

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 544 kali gempa susulan terjadi pascagempa M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut).

544 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M7,6 di Sulut, Ini Penjelasan BMKG (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 544 kali gempa susulan terjadi pascagempa M7,6 di Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Meski begitu, tren gempa mulai menurun.

“Hingga 3 April 2026 pukul 18.00 WIB, jumlah gempa susulan 544 kali. Kekuatan terbesar M5,8 dan terkecil M1,7. Sementara, gempa dirasakan sebanyak 20 kali. Saat ini, tren gempa mulai menurun,” kata Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga:
Trump Klaim AS Dapat Mengambil Minyak di Iran

Sebelumnya, Rahmat mengungkapkan bahwa gempa kekuatan M7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4) lalu, termasuk jenis gempa megathrust. Apalagi, gempa ini telah memicu tsunami di beberapa wilayah di Sulut.

Diketahui, episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 km.

Baca Juga:
Prabowo Tandatangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren

“Ini kalau lihat kedalamannya cukup dangkal ya, sekitar 33 kilometer. Kalau kategori megathrust itu kan dari sampai kedalaman sekitar 30-an Km. Jadi ini memang dangkal dan (pusat) di laut, dan ini termasuk megathrust ya. Ini dari subduksi Laut Maluku terhadap di wilayah Sulawesi Utara. Jadi subduksi Laut Maluku yang menghujam ke wilayah Sulawesi Utara dan episenter ada di Punggungan Mayu. Dan kemudian cukup dangkal, dan ini kategori sesar naik,” tutur Rahmat.

Rahmat menambahkan bahwa mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault), yang dikenal memiliki potensi lebih besar dalam memicu tsunami dibandingkan dengan sesar mendatar.

Baca Juga:
Trump Sebut Jatuhnya Jet AS Tak Akan Pengaruhi Negosiasi dengan Iran: Kita Sedang Berperang

“Makanya, kami segera mengeluarkan warning karena sesar naik itu potensi menimbulkan tsunaminya sangat tinggi dibandingkan dengan yang mekanisme mendatar ya. Jadi, dan kami sudah segera merilis peringatan dini tsunami di beberapa wilayah terdampak,” kata.

Sementara, berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami akibat gempa ini terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 06:08 WIB dengan ketinggian 0.30 m, Bitung pada pukul 06:15 WIB dengan ketinggian 0.20 m, Sidangoli pada pukul 06:16 WIB dengan ketinggian 0.35 m, Minahasa Utara pada pukul 06:18 WIB dengan ketinggian 0.75 m, Belang pada pukul 06:36 WIB dengan ketinggian 0.68 m.

Baca Juga:
Menkraf Sebut Bandara Dapat Dimanfaatkan sebagai Etalase Karya Kreatif Nasional

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mencekam! Balon Udara Liar Meledak di Atas Rumah Warga Tulungagung, Atap Hancur
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Sambut Paskah, Warga Cirebon Hayati Makna Kebangkitan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Hati-Hati! Kondisi Rumah Seperti Ini Bisa Memicu Alergi
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
• 4 jam lalumatamata.com
thumb
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Elite PDIP Singgung Status Israel Jadi Beban Dunia
• 1 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.