Bisnis.com, SAMARINDA — Fenomena mudik Lebaran 2026 mencatatkan lompatan signifikan dalam adopsi kendaraan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) melaporkan transaksi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) melonjak 118%, dari 990 transaksi pada Lebaran 2025 menjadi 2.157 transaksi tahun ini.
General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli menilai peningkatan ini sebagai indikator positif tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik di wilayah tersebut.
"Peningkatan penggunaan SPKLU pada momen Lebaran ini menunjukkan kendaraan listrik semakin menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh," kata Muchamad Chaliq Fadli dalam keterangan resmi, Jumat (3/4/2026).
Chaliq menambahkan, dari seluruh titik layanan, SPKLU UP3 Samarinda mencatatkan transaksi tertinggi dengan 390 kali pengisian daya.
Seiring dengan kenaikan transaksi, konsumsi energi listrik pada SPKLU juga mengalami lonjakan drastis, dari 21.989,33 kWh pada periode Lebaran 2025 menjadi 49.511,73 kWh tahun ini.
Baca Juga
- IKN Ambil Seperempat Juta Hektare Lahan, Kaltim Susun RTRW Terbaru
- Draf WFH ASN Balikpapan Rampung, Tunggu Keputusan Wali Kota
- Suhu Samarinda Tembus 34 Derajat Akibat Ekuinoks, Pancaroba Siap Mengintai
Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda Adrian Sitompul menegaskan bahwa posisi geografis Samarinda sebagai gerbang perjalanan menjadi faktor kunci.
"Sebagai gerbang perjalanan menuju berbagai wilayah di Kaltim hingga Kaltara, SPKLU UP3 Samarinda menjadi titik penting yang menjaga kelancaran mudik pengguna EV," kata dia.
Adapun dia menuturkan pihaknya tidak hanya memastikan pengisian daya berjalan optimal, tetapi juga menghadirkan ruang tunggu yang aman dan nyaman.





