JAKARTA, KOMPAS.TV - Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Abdul Muhari pada Sabtu (4/4/206) melaporkan, warga yang mengungsi mencapai 2.839 jiwa.
Adapun lokasi pengungsian di antaranya berada di Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko, Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere, Kantor Kecamatan Guntur, dan Tanggul Gobang.
Lokasi pengungsian juga terdapat di sejumlah balai desa, mushola, hingga madrasah.
Baca Juga: Banjir di Demak, BPBD Catat 6 Desa Terdampak
Lebih lanjut, Abdul menuturkan, banjir yang terjadi di Demak berdampak pada 8 desa yang berada di Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
Dilansir dari Antara, banjir di Demak dipicu tingginya intensitas hujan dan meluapnya Sungai Tuntang. Hal itu menyebabkan beberapa tanggul jebol di wilayah terdampak.
Terhadap bencana banjir di Demak tersebut, kata dia, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Jawa Tengah guna mengidentifikasi kebutuhan penanganan darurat.
Selain itu, jajaran juga langsung diperintahkan menuju lokasi terdampak untuk melakukan pendampingan.
Hal tersebut dilakukan dalam upaya percepatan penanganan darurat banjir di Kabupaten Demak.
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Antara.
- Banjir
- Banjir demak
- Jumlah warga mengungsi
- Bnpb
- Warga mengungsi akibat banjir
- Demak





