Harga CPO Sentuh Level Tertinggi 15 Bulan, Naik Lima Pekan Beruntun

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) Malaysia mencatat kenaikan selama sepekan dan memperpanjang reli menjadi lima pekan berturut-turut.

Harga CPO Sentuh Level Tertinggi 15 Bulan, Naik Lima Pekan Beruntun. Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) Malaysia mencatat kenaikan selama sepekan dan memperpanjang reli menjadi lima pekan berturut-turut.

Kinerja ini ditopang ekspektasi penurunan stok, rencana biodiesel B50 Indonesia, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong pasar energi global.

Baca Juga:
Saham Bank Besar hingga Emiten Prajogo Jadi Sasaran Jual Asing Sepekan

Kontrak CPO acuan pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives ditutup ke 4.838 ringgit Malaysia per ton pada Jumat (3/4/2026), level penutupan tertinggi sejak 13 Desember 2024. Secara mingguan, harga CPO menguat sekitar 4,47 persen.

Direktur The Farm Trade, Sandeep Singh, mengatakan, dikutip Reuters, harga CPO tetap tinggi karena kombinasi sejumlah faktor fundamental.

Baca Juga:
Harga Minyak Dunia Melonjak Sepekan, Dekati Level Tertinggi 4 Tahun

Faktor tersebut mencakup penurunan stok Malaysia pada akhir Maret, peluang implementasi mandat biodiesel B50 Indonesia, volatilitas harga minyak mentah, hingga ketidakpastian kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Ia menambahkan, sebagian pembeli mulai kembali masuk pasar setelah menunggu cukup lama, meskipun level di atas 4.900 ringgit per ton dinilai terlalu mahal.

Baca Juga:
Saham BREN hingga 4 Bank Besar Jadi Beban IHSG Sepekan

Survei Reuters menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia pada Maret diperkirakan turun paling besar dalam tiga tahun dan mencapai level terendah sejak Juli tahun lalu, seiring lonjakan ekspor yang lebih besar dibandingkan kenaikan produksi.

Data resmi pasokan dan permintaan akan dirilis oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada 10 April mendatang.

Kenaikan harga CPO juga sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah global yang menguat tajam akibat konflik di Timur Tengah, di mana minyak mentah AS naik lebih dari 11 persen dan Brent hampir 8 persen pada perdagangan sebelumnya.

Pergerakan minyak ini ikut mengangkat harga minyak nabati karena CPO bersaing langsung dengan minyak kedelai dan minyak nabati lainnya di pasar global.

Di pasar komoditas lain, kontrak minyak kedelai dan minyak sawit di Dalian turut menguat, sementara perdagangan Chicago Board of Trade libur Jumat Agung.

Penguatan ringgit Malaysia sekitar 0,2 persen terhadap dolar AS juga membuat CPO menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Sementara itu, permintaan dari India melemah, dengan impor minyak sawit turun hampir 19 persen pada Maret ke level terendah dalam tiga bulan.

Kenaikan harga minyak nabati yang mengikuti lonjakan energi membuat banyak kilang menahan pembelian sambil menunggu koreksi harga. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menko Cak Imin Lepas 200 PMI ke Jepang via Program SMK Go Global: Langsung Kerja
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pariwisata Indonesia Optimis Hadapi Tantangan Global, Menpar Tekankan Integritas dan Kinerja
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Universitas Terbuka Tiga Kali Berturut-turut Raih Opini WTP, Apa Rahasianya?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Calon Pengganti Gattuso di Timnas Italia: Mancini hingga Conte Masuk Radar FIGC
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Drama Keluarga yang Relatable, Film "Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?" Angkat Luka yang Sering Dipendam
• 15 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.