Manulife Wealth & Asset Management telah merampungkan proses akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia (Schroders Indonesia) melalui PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).
Chief Executive Officer Wealth and Asset Management Asia Manulife Fabio Fontainha mengatakan, seluruh persyaratan transaksi telah terpenuhi, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami dengan bangga menandai bergabungnya Schroders Indonesia secara resmi ke dalam Manulife Wealth & Asset Management,” ujar Fabio dalam keterangannya, Sabtu (4/4).
Ia menjelaskan, rampungnya transaksi tersebut menandai dimulainya proses integrasi terstruktur antara MAMI dan Schroders Indonesia.
Selama periode integrasi, Manulife Wealth & Asset Management akan tetap beroperasi di Indonesia melalui MAMI dan Schroders Indonesia secara paralel, dengan mempertahankan struktur masing-masing sembari menjalankan proses penggabungan secara bertahap.
Nasabah, mitra, dan karyawan akan mendapatkan pemberitahuan berkala terkait perubahan branding, produk, serta penyempurnaan operasional guna memastikan kelancaran transisi.
Fabio menambahkan, penyelesaian akuisisi tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia sekaligus memperkuat posisi MAMI sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Tanah Air.
“Dengan menggabungkan kapabilitas dua manajer investasi terkemuka, kami membangun platform yang lebih kuat dengan skala lebih besar, kapasitas inovasi yang lebih tinggi, serta wawasan global untuk memperluas solusi dan layanan investasi kami,” katanya.
Langkah ini dinilai akan memperkokoh fondasi pertumbuhan perusahaan serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi dinamika pasar, dengan tetap berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi nasabah.
Sementara, CEO & President Director Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa menyebut, akuisisi sebagai momentum penting bagi kedua organisasi. Menurutnya, langkah tersebut tidak sekadar transaksi, melainkan awal babak baru untuk memperluas dampak perusahaan, terutama saat MAMI memasuki usia ke-30.
“Menggabungkan talenta dan keahlian MAMI dan Schroders Indonesia meningkatkan kemampuan kami dalam menghadirkan solusi investasi berkualitas tinggi dan memperkuat kepemimpinan kami di industri manajer investasi Indonesia yang terus bertumbuh,” ujarnya.
CEO & President Director Schroders Indonesia Michael T. Tjoajadi mengatakan, pihaknya telah membangun reputasi sebagai manajer investasi yang berfokus pada nasabah selama lebih dari tiga dekade.
Bergabung dengan MAMI, menurutnya, menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas perusahaan dengan dukungan sumber daya yang lebih luas.
“Kami siap memberikan kontribusi melalui keahlian kami dalam organisasi besar dengan reputasi tinggi ini,” kata Michael.
Per Desember 2025, Schroders Indonesia mengelola aset lebih dari Rp 53 triliun. Adapun nilai transaksi dari akuisisi ini tidak diungkapkan ke publik.





