EMPAT orang dilaporkan tewas setelah menghirup gas tangki air di lokasi proyek bangunan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Kapolsel Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/4) siang.
Kepolisian sudah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat dalam proyek bangunan tersebut.
Selain empat orang pekerja tewas, tiga pekerja bangunan dilaporkan dirawat akibat menghirup gas tangki air.
Baca juga : Galian TB Simatupang Tuntas, Gratis Tol Fatmawati 2 Disetop
Kronologi Empat Pekerja Bangunan Tewas
Seorang pekerja bangunan diminta mandor untuk menguras penampungan air bersih (gelonteng) yang berada di lantai dasar (basement).
Ketika pekerja itu membongkar penutup gas tangki air tersebut, korban terjatuh dalam penampungan dengan kedalaman 3 meter.
Baca juga : Rekayasa Tol Gratis di TB Simatupang Dilanjut sampai Akhir Oktober
Ketika akan ditolong oleh rekan kerjanya, pekerja bangunan yang ikut menolong terjatuh dalam penampungan air. Mereka tidak menggunakan perlengkapan penyelamatan (safety). Tiga orang pekerja yang juga ikut menolong mengalami sesak nafas. Sementara empat pekerja meninggal dunia.
"Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas dan sesak di sekitar gelonteng," ucap Kapolsek.
Sesak nafas, ujar saksi, akibat munculnya hawa panas dan bau dari gelonteng penampungan air.
Ketiga korban sesak nafas itu dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Rebo. Adapun empat orang yang dinyatakan meninggal dunia yakni YN, 33, M, 63, TS, 64, dan MF, 20. (Ant/H-4)





