Jakarta, tvOnenews.com - Sosok pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini, bukan karena strategi di lapangan, melainkan aksi santainya yang justru menuai sorotan.
Setelah menyelesaikan agenda bersama skuad Garuda di FIFA Series 2026, Herdman memilih menikmati waktu luang dengan berlibur. Ia memilih Pantai Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi tujuannya.
Menariknya, selain liburan, dirinya turut berinteraksi dengan masyarakat setempat. Ia terlihat turun langsung bermain sepak bola bersama warga di pantai tersebut.
Dalam video yang diunggah akun Instagram nusantara.ballers, pelatih asal Inggris itu asyik bermain bola di pantai hingga menjadi viral setelah beredar luas di media sosial. Banyak yang tak menyangka seorang pelatih tim nasional bisa begitu santai dan akrab dengan masyarakat sekitar.
Tidak ada jarak yang terlihat antara Herdman dan warga lokal yang bermain bersamanya. Ia justru tampak menikmati setiap momen kebersamaan di tengah suasana pantai yang santai.
Herdman tampak tidak canggung ketika berbaur dengan warga lokal lainnya. Ia bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek saat beraksi di atas pasir.
Penampilan kasual itu semakin mempertegas sisi humanis Herdman di luar lapangan profesional. Ia terlihat benar-benar melebur tanpa sekat, layaknya warga biasa yang tengah bermain bola.
Dalam video tersebut, Herdman terlihat menunjukkan skill olah bolanya. Mantan pelatih timnas Kanada itu juga melakukan aksi yang mengecoh lawan-lawannya.
Aksi-aksi tersebut menunjukkan bahwa kualitasnya sebagai insan sepak bola tetap terlihat meski dalam suasana santai. Beberapa gerakannya bahkan mampu menghibur warga yang ikut bermain.
Menghabiskan waktu dengan bermain sepak bola bersama warga lokal ini agaknya jadi salah satu cara Herdman untuk semakin melekat dengan sepak bola Indonesia. Pelatih berusia 50 tahun itu memang begitu antusias dengan petualangan barunya di Indonesia.
Sejak awal kedatangannya, Herdman memang menunjukkan keseriusan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia tak hanya fokus pada tim, tetapi juga mencoba memahami kultur sepak bola Indonesia secara menyeluruh.




