tvOnenews.com - Sebelum gerbong Brasil di era Mauricio Souza, Persija Jakarta sempat punya playmaker lincah dari negara yang sama yakni Bruno Matos di Liga 1 2019.
Ketika itu, Bruno Matos didatangkan Persija Jakarta dari klub Malaysia, PKNS FC. Ia diproyeksikan untuk mengisi lubang yang ditinggal Renan Silva ke Borneo FC.
Bisa dibilang penampilan Bruno Matos di Persija Jakarta cukup baik. Saat itu, dia justru menjadi mesin pencetak gol meski perannya sebagai pemain tengah.
Top skor di Piala Presiden 2019 dengan 5 gol serta borong 7 gol untuk Persija Jakarta di AFC Cup 2019 jadi bukti kehebatan Bruno Matos pada masanya.
Akan tetapi, kolaborasinya dengan striker Persija Jakarta saat itu Marko Simic kurang klop. Di lapangan, chemistry keduanya tidak begitu terlihat.
Hal itu berujung kepada gagalnya Persija Jakarta mempertahankan gelar Liga 1. Alhasil, manajemen memilih untuk mendepak Bruno Matos dari ibu kota.
Pergi dari Persija Jakarta, Bruno Matos sempat melanglang buana ke beberapa klub Liga 1 lainnya. Tujuh tahun berlalu, sang pemain kabarnya kini ada di Bangladesh.
Lalu, bagaimana kabar Bruno Matos sekarang?
Profil Singkat Bruno Matos- Instagram @brunomatosbahia10
Lahir di Barra do Rio Grande, Brasil pada 5 Juni 1990, Bruno Matos muda memulai karier sepak bolanya bersama akademi lokal bernama XV Piracicaba.
Setelah itu, ia lebih sering gonta-ganti klub. Selama empat tahun, total ada sembilan tim yang pernah dibela, termasuk jawara liga Brasil, Palmeiras.
Barulah saat menginjak usia 25 tahun, pemain bernama lengkap Bruno Oliveira de Matos itu memutuskan hijrah ke Eropa. Klub liga Serbia Novi Pazar jadi tujuannya.
Pada musim 2015/2016, Bruno Matos ditebus oleh klub juara Liga Champions Red Star Belgrade dengan mahar Rp2,09 miliar. Hasilnya, ia bawa trofi Liga Serbia.
Dari Eropa, playmaker dan winger berpostur 182 cm tersebut pindah ke Asia, tepatnya klub Iran Sanat Naft pada 2016 dan tim asal Bahrain Manama Club setahun berikutnya.
Pulang ke Brasil sebentar bersama Juazierense, Bruno Matos balik lagi ke Asia. Kali ini klub Malaysia PKNS FC menebusnya. Dari sinilah Persija Jakarta kepincut.




