JAKARTA, DISWAY.ID -- Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas kejadian menonjol insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
BGN juga memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban serta langsung menghentikan operasional dapur terkait.
Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Jakarta, Sabtu, 4 April 2026.
BACA JUGA:143.948 Siswa Bersaing Ketat Ikuti PMB-PTKIN 2026, Ini Daftar Kampus Islam Negeri Terbaik dan
Paling Diminati
BACA JUGA:Nyebrang Rel Cikoko Mau Cari Makan, Wanita di Jaksel Tewas Tertemper Kereta
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.
BGN lanjut Nanik, juga telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG tersebut.
"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar," tegasnya.
Insiden ini terjadi pada Jumat, 3 April 2026, setelah sebelumnya pada Kamis sore, 4 April 2026, pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan.
Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.
Total hingga saat ini di identifikasi sebanyak 60 orang terdampak. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi membaik.
BACA JUGA:Menohok! Said Didu Sebut EO Sarang Korupsi, Fraksi Gerindra: Itu Logika Sesat, Sangat Berbahaya
BACA JUGA:Apa Itu Vasektomi? Prosedur Medis yang Tuai Perdebatan Disebut Haram dalam Ajaran Agama Islam
Adapun dugaan sementara penyebab kejadian berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi tidak dalam kondisi segar.
- 1
- 2
- »





