Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan harga indeks pasar (HIP) untuk bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel dan bioetanol untuk April 2026. Tercatat, harga biodiesel dan bioetanol kompak naik.
Perinciannya, HIP biodiesel April 2026 ditetapkan sebesar Rp14.262 per liter ditambah ongkos angkut. Angka ini naik dibanding HIP biodiesel Maret 2026 yang sebesar Rp13.980 per liter ditambah ongkos angkut.
Sementara itu, besaran konversi crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel adalah sebesar US$85 per metrik ton pada April 2026. Angka tersebut masih tak berubah dari Desember 2025.
Besaran HIP BBN jenis biodiesel dimaksud dihitung berdasarkan ketentuan Diktum KESATU Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar dan besaran Ongkos Angkut berdasarkan ketentuan Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.
Lebih terperinci, harga HIP BBN biodiesel diperoleh dari formula, HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kg per m³ + ongkos angkut.
Adapun, 870 kg per m³ adalah faktor satuan dari kilogram ke liter. Lalu, untuk konversi nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp16.877 per US$.
Sementara itu, HIP bioetanol dipatok Rp7.957 per liter untuk April 2026. Harga tersebut naik tipis dibandingkan HIP bioetanol pada Maret 2026 yang sebesar Rp7.949 per liter.
Perhitungan HIP BBN bioetanol tersebut menggunakan formula yang telah ditetapkan, yaitu HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata periode 3 bulan x 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter. Dengan harga tetes tebu KPB rata-rata (15 Oktober 2025 - 14 Februari 2026) adalah Rp907 per kg.
Kemudian, 4,125 kg per liter merupakan faktor satuan konversi dari kilogram ke liter. Lalu, untuk US$0,25 per liter adalah nilai konversi bahan baku menjadi bioetanol. Adapun, untuk konversi nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp16.866 per US$.
Baca Juga
- Kewajiban Solar Campur Biodiesel Sawit 50% Jalan Mulai 1 Juli 2026
- Harga Metanol di Asia Tenggara Melonjak, Berisiko Tekan Produksi Biodiesel RI
- Aprobi Ungkap Sederet Tantangan Mandatori Biodiesel B50

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F04%2F04%2Fb4e69eb966aa39c3fe647388e3534997-20260404RAM_Penyiraman_Air_Keras.png)



