JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyinggung situasi perang Timur Tengah saat menghadiri acara halalbihalal keluarga besar Muhammadiyah DKI Jakarta di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4/2026).
Dalam sambutannya, Pramono menilai konflik berkepanjangan tidak akan terjadi apabila nilai-nilai persaudaraan atau ukhuwah benar-benar dijalankan oleh seluruh pihak.
Ia menyebut, ajaran tentang ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia) seharusnya mampu menjadi perekat hubungan antarmanusia, termasuk antarnegara.
"Coba kalau ukhuwah islamiyah ini benar-benar jalan, negara-negara yang sekarang ini saling bersitegang, berantem, bertempur karena merasa persaudaraan Islam menjadi pemersatu, menguatkan kita semua," ujar Pramono, Sabtu.
Baca juga: Pramono Sebut 72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan Usai Konsumsi MBG, Alami Mual hingga Diare
Menurut dia, berbagai konflik yang masih terjadi hingga kini menunjukkan lemahnya semangat persaudaraan tersebut di tingkat global.
Pramono meyakini, jika nilai-nilai ukhuwah dijalankan secara sungguh-sungguh, banyak konflik tidak akan berlangsung lama.
Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara yang benar-benar diuntungkan dari perang berkepanjangan.
Sebaliknya, semua pihak justru mengalami kerugian, baik dari sisi kemanusiaan, sosial, maupun ekonomi.
“Saya yakin mereka pasti harusnya kalau ajaran ini benar-benar diterapkan, mudah-mudahan perang ini tidak terlalu lama karena dampaknya terlalu panjang dan tidak ada daerah mana pun yang diuntungkan dari perang ini," lanjut dia.
Baca juga: Pramono Wajibkan Gedung Lebih dari 4 Lantai Terhubung CCTV Pemprov DKI
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menekankan pentingnya menjadikan Jakarta sebagai rumah bersama bagi semua golongan.
Ia memuji peran Muhammadiyah dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga menyoroti kontribusi Muhammadiyah dalam memodernisasi tradisi halalbihalal yang dinilai menjadi salah satu kekuatan perekat antarumat beragama di Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang