Jet Tempur AS Jatuh, Iran Pasang Sayembara Tangkap Awak yang Hilang

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

IRAN mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 milik Amerika Serikat di wilayahnya. Insiden ini langsung memicu perlombaan pencarian antara kedua pihak yang tengah berkonflik.

Televisi Iran bahkan menyiarkan bahwa siapa pun yang berhasil menangkap awak pesawat dalam kondisi hidup akan mendapat imbalan. Pernyataan ini menandai eskalasi serius dalam perburuan pilot yang masih hilang.

Media Amerika melaporkan satu dari dua awak pesawat telah berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya belum ditemukan. Di sisi lain, militer Iran menyebut jet tersebut dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Baca juga : TNI Pastikan Rencana Pembelian J-10 tak Ganggu Hubungan Militer Indonesia-AS

“Jet tempur musuh Amerika dihantam dan dihancurkan sepenuhnya oleh sistem pertahanan udara kami. Proses pencarian lanjutan masih berlangsung,” kata otoritas militer Iran.

Sumber AS menyatakan pasukan khusus telah mengevakuasi satu pilot, namun operasi pencarian untuk awak kedua masih terus berjalan di wilayah yang berisiko tinggi.

Iran juga mengklaim telah menembak jatuh pesawat serang darat A-10 milik AS di kawasan Teluk. Meski demikian, pilot A-10 dilaporkan berhasil diselamatkan.

Baca juga : AS Setujui Penjualan 20 Jet Tempur F-16 ke Filipina, Menanggapi Agresi Tiongkok di Indo-Pasifik

Gedung Putih belum merilis rincian resmi terkait insiden F-15 tersebut. Juru bicara Karoline Leavitt hanya menyebut Presiden Donald Trump telah menerima laporan.

Trump menegaskan insiden ini tidak akan mengubah jalannya negosiasi dengan Iran.

“Tidak sama sekali. Ini perang,” ujarnya singkat.

Di tengah meningkatnya ketegangan, militer AS juga dilaporkan mengalami sejumlah kerugian lain, termasuk jatuhnya pesawat tanker di Irak serta kehilangan beberapa jet tempur dalam insiden sebelumnya.

Pengamat militer menilai pilot yang berhasil keluar dari pesawat dalam situasi seperti ini biasanya akan menghindari kontak dan bersembunyi.

“Prioritas utama adalah tidak tertangkap,” ujar seorang purnawirawan jenderal AS. (AFP-Z-10)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Babel dalami kasus penyiraman air keras aktivis lingkungan
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Polresta Ambon Siagakan 260 Personel Amankan Paskah 2026
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
3 Korban Sesak Napas Insiden Kecelakaan Kerja di TB Simatupang Masih Dirawat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Apa Itu Helicopter Parenting? Dampaknya Bisa Bikin Anak Kurang Percaya Diri
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Salat Bandung 4 April 2026
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.