BADAN Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menangguhkan (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur. Keputusan ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan 72 siswa harus dilarikan ke rumah sakit.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa penghentian operasional ini dilakukan untuk waktu yang tidak terbatas. Selain karena insiden medis, hasil investigasi awal menunjukkan fasilitas tersebut gagal memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.
"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih belum memenuhi standar," tegas Nanik dilansir dari Antara, Sabtu (4/4).
Baca juga : BGN Tanggung Biaya Perawatan Korban & Tutup Permanen SPPG Pondok Kelapa
Sebagai bentuk tanggung jawab, BGN memastikan seluruh biaya pengobatan para korban di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit akan ditanggung sepenuhnya. Nanik juga menyampaikan permohonan maaf resmi atas kelalaian yang terjadi dalam pelaksanaan program strategis tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meninjau langsung kondisi para siswa di RSKD Duren Sawit, memastikan koordinasi lintas sektoral antara Pemprov DKI dan BGN berjalan cepat. Ia menegaskan bahwa bagi siswa yang memiliki BPJS Kesehatan, seluruh proses pemulihan akan dijamin hingga tuntas.
“Penanganan dan koordinasi berjalan cepat antara BGN, Pemerintah DKI Jakarta, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan. Kami kini tengah menunggu hasil uji laboratorium resmi untuk memastikan penyebab pasti kejadian ini,” ujar Pramono.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Pendidikan Wilayah I menyatakan fokus utama saat ini adalah keselamatan dan pemulihan kesehatan siswa. Kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jaktim, M. Fahmi, enggan berspekulasi mengenai penyebab medis sebelum hasil laboratorium keluar.
“Kami tidak punya kewenangan menyampaikan itu keracunan atau bukan. Yang jelas kami fokus kepada keselamatan anak-anak. Kita tunggu saja hasil laboratorium,” kata Fahmi usai menggelar rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan program MBG. (Ant/Z-10)
Data Insiden SPPG Pondok Kelapa Keterangan Jumlah Korban 72 Siswa Status Operasional Ditangguhkan (Suspend) Tanpa Batas Waktu Temuan Pelanggaran Tata letak dapur & IPAL tidak sesuai standar BGN Lokasi Rujukan RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur



